Tradisi Sungai Keramasan Lomba Bidar Mini Menjadi Wisata Sungai

PALEMBANG,BS – Ratusan warga bantaran Sungai Keramasan anak Sungai Musi, Minggu (28/102018) memadati bantaran sungai.

Duduk dirakit pemandian hingga menggunakan ketek (alat transportasi sungai) menjadi pemandangan yang khas saat bidar mini antar kampung tersebut melaju dengan cepat untuk sampai di garis finish.

Lomba bidar mini ini menjadi sarana wisata air yang terus dipromosikan Pemerintah Kota Palembang. Yang mana kegiatan seperti ini sudah mennadi kalender wisata Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Palembang yang digelar rutin setiap tahunnya.

Lomba bidar mini ini semakin meriah dengan dihadiri langsung oleh Walikota Palembang H. Harnojoyo dan ribuan masyarakat Kertapati maupun dari luar Kertapati yang menyaksikan lomba tersebut.

“Sejarah panjang Kota Palembang ini tidak bisa dilepaskan dari sungai, dulu kerajaan Sriwijaya berjaya karena sungai, oleh karena itu keberadaan sungai sangatlah penting, olahraga bidar sungai ini melambangkan bahwa kejayaan Palembang dimulai dari perairan,” ungkap Walikota Palembang Harnojoyo.

Lebih lanjut Harnojoyo berharap lomba seperti ini dapat menarik wisatawan untuk datang ke Palembang.

“Kami berharap lomba bidar ini terus dilestarikan selain sebagai budaya, acara ini dapat menjadi daya tarik wisatawan untuk hadir, harus terus dirutinkan, kalo sebelumnya hanya setahun sekali di BKB saat 17 Agustus, bisa lebih dirutinkan lagi,” kata Harnojoyo.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang Isnaini Madani mengatakan, lomba bidar mini ini diikuti 50 tim yang berasal dari seluruh kelurahan di Kecamatan Kertapati. Satu tim terdiri dari lima pendayung. Bidar ini memang khusus untuk Kecamatan Kertapati.

“Tahun ini peserta ada dari kelompok putri,” kata Isnaini.

Dikatakannya, kepada pemenang, akan mendapat hadiah berupa trofi dan uang pembinaan.

“Biar peserta semangat, panitia menyediakan hadiah uang pembinaan,” ujarnya.(martin)