Lawang Borotan destinasi wajib kunjungan wisata ke Palembang

PALEMBANG,BS – Lawang Borotan disisi barat Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang memang tidak dapat disangkal akan sejarah masa kejayaan Sultan Mahmud Badarrudin II Palembang.
Tidak hanya menyimpan peristiwa sakral akan masa kesultanan Palembang, Lawang Borotan juga menjadi saksi bisu sebagai pintu terkahir dilalui Sultan Palembang Mahmud Badarrudin II, dan kelauarga sebelum diasingkan ke Ternate.

Lawang Borotan yang kini kondisinya dipenuhi semak blukar dan pohon tua tumbuh dengan subur tepat diatasnya, akan dikembalikan seperti semula, dan akan dijadikan kunjungan wajib bagi wisatawan saat berkunjung ke Kota Palembang.

“Kita sudah instruksikan untuk dibersihkan, pohon di depan itu dipangkas dan dirapikan, agar lebih representatif menjadi destinasi wisata,” ujar Ratu Dewa, Selasa (24/9/2019), usai memimpin rapat launching Lawang Borotan, Selasa (24/9) di ruang rapat II Setda Palembang.

Bahkan untuk lebih mempromosikan Lawang Borotan yang akan menambah kekayaan baru destinasi wisata di kota tertua di Indonesia ini, peresmian Lawang Borotan sebagai tempat wisata baru ini akan dilauching pada 27 September nanti.

Setelah dilaunching lanjut Dewa, pihaknya akan meminta Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemunikam (Pera-KP) Kota Palembang untuk dicek konstruksinya.

“Karena bangunan tersebut sudah tua, maka kita minta dinas tersebut melihat apakah kondisinya masih layak atau harus diperbaiki. Dikhawatirkan akan berbahaya saat wisatawan berkunjung,” jelas dia.

Yang paling menarikanya dari komplek bangunan tua ini, bagian dalamnya menyimpan banyak sekali bangunan dan benda bersejarah, mulai dari baju-baju adat dan keris-keris dan lain sebagainya.

Tahap awal, pihaknya akan memfasilitasi dengan menyediakan etalase untuk dipajang dan dirawat.
“Ada ribuan lebih keris dan baju adat yang sudah lapuk, makanya kita minta semuanya dibersihkan. Kita juga mengajak para komunitas barang-barang antik di Palembang dalam pemeliharaannya.

Rencana penataan ini sambungnya, merupakan tindaklanjut dari beberapa bulan lalu dia melihat kondisi Lawang Borotan yang terbengkalai dan Dewa meminta untuk dibersihkan. Ternyata kata Dewa, upaya tersebut diapresiasi oleh pemerhati sejarah atas kepedulian pemerintah terhadap peninggalan bersejarah.

“Tahun depan kita minta Dinas Pariwisata untuk menganggarkan penataannya, karena disana selain museum ada terowongan yang belum kita ketahui. Sekarang kita masih ingin mencari tahu dulu,” kata dia.

Pihaknya juga tengah mempersiapkan nama untuk kawasan tersebut. Ada tiga nama yang disiapkan, tetapi belum final. “Nanti setelah dilakukan penataan, Lawang Borotan akan menjadi kota tuanya Palembang,” jelasnya.

Dia menambahkan, di depan Lawang Borotan terdapat Pedagang Kaki Lima (PKL) dan beberapa gerobak penjual rokok. “Tapi kita akan lakukan pendekatan secara persuasive untuk destinasi wisata. Di sana juga menjadi objek wisata baru untuk berswa foto dan tempat wisata baru,” kata dia lagi.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang, Isnaini Madani menambahkan, Lawang Borotan ini tidak hanya menjadi objek selfie, tetapi juga akan ditata menjadi kawasan untuk tujuan para wisatawan ke Palembang.
Menurut Isnaini, pihaknya masih akan berkoordinasi dengan pihak PERAKP untuk penataan konstruksi.

“Ya, kalau kita lihat kondisi batu alamnya sudah banyak lepas, kemudian lumut menebal dan kotor penuh coretan. Kita akan melibatkan pemerhati sejarah, bagian mana yang tetap dipertahankan, seperti cat apa dibiarkan aslinya,” kata dia.

Hingga saat ini kata Isnaini, sudah ada 73 destinasi wisata. “Dengan bertambahnya Lawang Borotan akan menambah lagi satu destinasi wisata. Kita berharap, dengan adanya wisata baru akan menambah wisatawan berkunjung serta meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah),” harap Isnaini.(za)