Mengaku tulang punggung keluarga pelaku percobaan maling motor minta hukuman ringan dari hakim

PALEMBANG, BS – Irmansyah (30) warga Macan Lindungan Kelurahan Bukit Lama Kecamatan Ilir Barat (IB)  1 Palembang, tuntut Jaksa Penuntut Umum Efpa Melynda dengan pejara pidana selama 2 tahun dan 6 bulan penjara di persidangan Pengadilan Negeri Palembang, Selasa (8/10/2019)).

Pria yang mengaku sebagai tulang punggung keluarga ini, tidak bisa berbuat banyak setelah JPU  mendengarkan keterangan saksi saksi peristiwa percobaan pencurian sebuah sepeda motor merek Honda Revo Fit warna hitam milik korban Zainal, yang terjadi pada Juli lalu di halaman Masjid Al Irsyad jalan Majapahit 9 Kelurahan 15 Ulu Kecmatanan Seberang Ulu I Palembang ini  pelaku terbukti telah berusaha mencoba melakukan pencurian.

Apesnya, bukannya berhasil mengondol sepeda motor, pelaku terlebih dahulu diketahui warga dan mendapat bogem mentah oleh warga setempat.

Dari fakta fakta yang terungkap dipersidangan, akhirnya Jaksa Efpa menjatuhi pidana penjara selama 2 tahun dan 6 bulan.

Menurut JPU,  bahwa dari fakta fakta dipersidangan bahwa dakwaan pasal 363 KUHP unsur unsurnya terpenuhi.

“Maka kami menjatuhkan vonis pidana 2 tahun dan 6 bulan tersebut,” ,ujar Efpa Melynda dihadapan majelis hakim yang di Ketuai Hakim Syarifuddin dipersidangan Pengadilan Negeri Palembang.

Lebih lanjut kata JPU, mengenai barang bukti berupa sebuah sepeda motor honda revo dikembalikan kepada korban.

Dan mengenai vonis  jaksa berharap supaya majelis hakim menjatuhkan vonis yang seadil adilnya.

Usai jaksa jaksa membacakan tuntutan, ketua majelis hakim berikan kesempatan kepada terdakwa untuk melakukan pembelaan.

Namun terdakwa meminta kepada majelis supaya dihukum yang seringan ringannya,alasan karena sebagai tulang punggung keluarga.

Senada dengan terdakwa juga pembelaan yang disampaikan oleh pengacaranya, Suratno, meminta kepada majelis agar dijatuhi hukuman yang seadil adilnya.

Sedangkan jaksa Penuntut umum mendengar pembelaan tersebut mengatakan pihaknya tetap pada tuntutan.

“Dari pembelaan ini semua telah kami catat sebagai bahan  pertimbang majelis hakim,” terang Ketua Majelis Hakim, Syarifuddin.

Selanjutnya ketua mejelis, mengatakan untuk vonis majelis akan bermusyawara. Dan sidang ditunda hingga sepekan mendatang.(Rah)