20 tahun tidak jumpa, 400 wartawan Sumatera Selatan angkatan 789 reunian

Peluncuran buku Wartawan Hebat Sumatera Selatan 789

PALEMBANG,BS – Lebih kurang 400 wartawan Sumatera Selatan (Sumsel) angkatan era 70,80 dan 90, Kamis (212/11/2019) malam berkumpul di Griya Agung.

Wartawan yang sarat akan pengalaman inj,selaian berreuni mengenang masa masa menjalani peliputan di Sumsel, pertemuan mereka juga sekaligus menjadi saksi peluncuran buku bertajuk “Wartawan Hebat Sumatera Selatan 789”, yang berisi kumpulan tulisan wartawan angkatan 70, 80, dan 90. Isinya berupa perjalanan hidup, maupun suka dan duka mereka selama menjalani profesi sebagai wartawan.

Acara yang dihadiri langsung Wakil Gubernur Sumsel H Mawardi Yahya, Kapolda Sumsel dalam hal ini diwakili oleh Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Drs. Supriadi, M.M.mantan Gubernur Sumsel H Rosihan Arsyad, Ketua PWI Sumsel Firdaus Komar,dan sejumlah wartawan senior, di antaranya Asdit Abdullah, Kurnati Abdullah, Helmi Marsindang, Ramli Sutanegara, Helmi Apri, Muazin Zair, Anwar Rasuan, DR Iskandar Zulkarnain, dan H Dul Mukti berlangsung penuh khidmat.

Ketua Panitia Acara, H Iklim Cahya mengatakan, acara ini terinspirasi dari acara serupa di Sumatera Barat. Ketika itu, Zainal Piliang, wartawan senior Sumsel, menghadirinya.

“Balik ke Palembang, ia berkomunikasi dengan banyak kawan, dengan saya, Bangun Lubis, Helmi Apri, dan kawan lain. Alhamdulillah sambutannya positif. Dibentuklah panitia. Dan saya ditunjuk sebagai ketuanya,” katanya.

Ia melanjutkan, acara ini semata-mata temu kangen antarwartawan lintas generasi, yang sudah lama tidak berjumpa.

“Ada yang sudah 20 tahunan, baru sekarang bisa bertemu secara langsung. Sebelumnya mungkin hanya berkomunikasi lewat Whatsapp. Hari ini yang hadir cukup banyak. Sekitar 400 wartawan lebih,” ujar mantan wartawan Sriwijaya Post ini.
Dikatakan dia, selain temu kangen, juga digelar peluncuran buku berjudul “Wartawan Hebat Sumatera Selatan 789”. Judul ini sempat jadi perdebatan.

“Tapi setelah kita cermati profi-profil wartawan yang menulis di buku ini luar biasa. Pak Syahril Fauzi, editor buku ini, mengakui memang hebat-hebat penulisnya. Jadi mohon kepada kawan-kawan, kita terima judul ini, Wartawan Hebat Sumatera Selatan 789,” ucap mantan Anggota DPRD Ogan Ililr ini.

Sementara Wakil Gubernur Sumatera Selatan Mawardi Yahya dalam sambutannya, menyampaikan permohonan maaf Gubernur Sumsel Herman Deru, yang tidak dapat hadir, lantaran harus menemani Komisi V DPR RI.
Dikatakan dia, Sumsel adalah milik kita warga provinsi ini. Tugas membangun Sumsel tidak hanya kewenangan Pemerintah, tapi juga rakyat. Termasuk wartawan.

“HD-MY membuka pintu seluas-luasnya bagi masyarakat untuk berpartisipasi membangun Sumsel, sesuai dengan bagian tugas masing-masing,” ucapnya.

Ia menyinggung angka kemiskinan Sumsel yang masuk sebelas besar tertinggi di Indonesia. Kondisi ini tidak berbanding lurus dengan sumber daya alamnya yang melimpah.

“Tentunya ini tugas kita bersama. Oleh sebab itu, Gubernur dan Wakil Gubernur mohon bantuan masyarakat. Kita tidak hanya perlu meningkatkan kualitas, tapi juga kuantitas sarana pelayanan kepada masyarakat di Sumsel. Karena Sumsel ini bukan hanya Palembang, tapi 17 kabupaten dan kota yang harus mendapatkan pelayanan yang sama oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel,” tuturnya.(yudi)