Pembuang kulit Durian diatas Jembatan Musi IV digulung Pol PP

PALEMBANG,BS – Pelaku pembuang sampah kulit Durian dari atas Jembatan Musi IV mengunakan angkutan kota (Angkot) rute Sayangan -Pasar Kuto yang viral di media sosial (Medsos), Minggu (12/1/2020) malam, akhirnya berhasil di gulung Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Palembang.

Pelaku, Agus (31) bersama satu rekannya kini dan dua orang lainnya yakni pemilik angkot dan anak buah pemilik usaha durian di Pasar Kuto Palembang, hanya tertunduk malu di kantor polisi penegak Perda tersebut.

“Pagi tadi sudah diamankan oleh Dishub di terminal dan dibawa ke Kantor Sat PolPP untuk didata. Satu sopir, satu kenek, satu pemilik mobil, dan satu anak buah pemilik usaha. Kita tak main-main, Wali Kota sudah memberikan contoh dan selalu mengimbau masyarakat jangan membuang sampah ke Sungai,” ujar Kepala satuan Polisi Pamong Praja Kota Palembang GA Putra Jaya, Senin (13/1/2020).

Atas perbuatannya pelaku diganjar sanksi Perda nomor 3 tahun 2015 pasal 55 tentang larangan membuang sampah tidak pada tempatnya.

Saat ini mobil angkot jurusan Sayangan diamankan oleh Dishub Kota Palembang.

Untuk memantau sampah-sampah dan pedagang di pasar, Sat PolPP kota Palembang mengadakan patroli setiap usai Subuh.

“Patroli khusus reaksi cepat roda dua bentuknya mobile, untuk memantau pedagang jadi anggota kita subuh-subuh sudah di pasar,” tandasnya.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat terutama pedagang buah agar tidak membuang sampah sembarang tempat, apalagi ke sungai.

“Sekarangkan kita lagi musim buah-buahan, saya pesan ke pedagang jangan membuang sampah ke sungai. Buanglah di tempat yang telah disediakan,” katanya.

Sementara saat ditanyai Agus bersama Ade Rio mengaku dibayar Rp 3 ribu sebagai upah membuang sampah.

“Kami dibayar 3 ribu satu karung, yang kami buang ke Sungai Musi ada 7 karung jadi upahnya Rp21 ribu,” singkatnya.

Agus mengaku tidak tahu soal larangan membuang sampah ke sungai. Ia menyesal dan meminta maaf.

“Saya sempat bingung mau buang kemana dan sekarang saya menyesal. Jangan sampai ada lagi yang buang sampah ke sungai juga,” kata dia.

Pemilik usaha Andi Julianto mengatakan, selama ini selalu membuang sampah di sekitar Pasar Kuto. Tapi sering dimarahi penjaga disitu.

“Saya sering membuang sampah di Kuto itulah, karena itu jadi terpaksa suruh mereka ini, terserah buanya dimana,” lanjutnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang Agus Rizal menjelaskan, pelaku ditangkap pagi tadi sekitar pukul 08 Wib pagi di Terminal Lemabang.

“Kami lacak keberadaan mobil angkot tersebut dan ternyata KIR dan izin trayeknya sudah mati. Jadi mobilnya disita dan diamankan di Kantor Dishub,” ujarnya.(za)