Banner Pemprov
Banner MUBA

Pembangunan Irigasi senilai Rp 3,6 M, porak porandakan akses jalan persawahan Glebak Dalam

BANYUASIN,BS – Jalan poros utama menuju perswahan warga Desa Glebak Dalam Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) kondisinya rusak berat.

Beberapa titik jalan membentuk kubangan dan dipenuhi genangan lumpur menyebabkan kondisi jalan vital menuju persawahan warga setempat sulit untuk dilalui, kerusakan ini diduga akibat pembangunan bendungan irigasi, dengan dana sebesar Rp.3,6 M melalui dana Serasi program Menteri Pertanin RI.

“Masyarakat merasa kecewa karena jalan utama menuju ke persawahan kian rusak parah,” kata warga setenpat.

Kondisi jalan tidak merata dan penuh dengan genangan lumpur, kondisi ini diperparah lagi dengan intensitas hujan yang cukup lebat beberapa hari ini membuat jalan menuju sungai sebagai sumber air untuk pengaliaran air ke sawah warga terlihat lekukan.

Adanya kerusakan jalan poros kawasan tersebut, media mencoba mengkonfirmasi salah seorang konsultan dari pihak Dana Serasi, yang diketahui bernama Ateng,

Dia menjelaskan, pihaknya baru mengetahui dampak pembangunan irigasi tersebut telah memberikan kerugian bagi warga setenpat yang kesulitan menuju ke area persawahan akibat jalan rusak berat.

”Kalau begitu kami akan terjun kelapangan untuk cek kelokasi,” kata Ateng, belum lama ini.

Disinggung manfaat yang belum dirasakan warga dengan pembangunan tersebut, Ateng menjelaskan pihaknya akan melakukan evaluasi dan mengcek langsung kelapangan.

“Proyek ini sudah diserahkan kepihak Gapoktan yang ada di Glebak Dalam,” ungkapnya.

Disingung lagi mesim pompa yang dijanjikan, Ateng berkilah, mesin tersebut telah terpasang sebanyak dua unit.

Sementara itu Camat Rambutan Kabupaten Banyuasin A.Rosyadi mengaku, pembangunan proyek irigasi Desa Glebak Dalam tersebut, pihaknya tidak pernah dilibatkan.

“Kami tidak dapat memberikan komentar apa pun, terhadap proyek tersebut kami tidak terlibat sama sekali,” ujarnya, Selasa (22/6/2020) diruang kerjanya.

Mengenai jalan poros menuju persawahan yang rusak kian parah, katanya dirinya akan turun langsung untuk melihatnya.

“Kalau itu memang benar adanya, kami akan menanyakan terlebih dahulu kepada Kadesnya, langkah apa yang akan kita ambil,” katanya.

Sementara seorang pihak penyidik Kejati Sumsel, yang namanya tidak mau disebutkan namanya, mengatakan pihaknya siap mengusut tuntas prokyek irigasi ini jika nanti memang ada kejanggalan yang mengarah pada adanya dugaan korupsi.

“Kita siap untuk megusutnya,”ungkapnya.(arh)