Banner Pemprov
Banner MUBA

KKN UMP Bantu Cegah Penyebaran Covid-19

PALEMBANG,BS – Pandemi virus corona tidak menghalangi kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Hanya saja kegiatan pendidikan dan pengajaran harus dilakukan secara daring atau virtual, begitu pun dengan kegiatan kuliah kerja nyata (KKN).

Seperti yang dilakukan Clarissa Lucia Valerina, mahasiswa KKN Mandiri ke-54 dari Prodi Profesi Kedokteran dan prodi lain Universitas Muhammadiyah Palembang yang melaksanakan kegiatan KKN tematik bersama 18 mahasiswa KKN lainnya  secara daring yang dimulai tanggal 27 Juli hingga 29 Agustus 2020 2020.

“Selama ini kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mengharuskan mahasiswa berbaur dengan warga, namun di masa pandemi ini, kami melaksanakan kegiatan secara online,” ungkap Clarissa saat berbincang secara daring, Senin (31/8/2020).

Clarissa mengatakan, kegiatan KKN tematik yang biasanya dilakukan dengan terjun langsung kelapangan dan berbaur dengan warga diganti dengan kegiatan webinar dengan tema Tinjauan Hukum  Dalam Rangka Pencegahan Pandemi Covid-19. Serta diarahkan untuk melakukan kegiatan penyuluhan kepada masyarakat disekitar tempat domisili ia dan keluarga mengenai pencegahan Covid-19 dengan ikut membantu mendistribusikan alat pelindung diri ke beberapa fasilitas kesehatan maupun memberikan paket hand sanitizer pada warga sekitar.

“Walaupun tidak terjun langsung ke daerah atau lokasi yang di tunjuk dari pihak kampus, kita tetap masih bisa melakukan penyuluhan di sekitar tempat kita tinggal. Makanya kita membuat sendiri program program kerja seperti penyuluhan yang akan kita lakukan disekitar tempat kita tinggal,” tuturnya.

Sebelum membuat program kerja, Clarissa terlebih dahulu melakukan survei langsung untuk menentukan program. Seperti bertemu dengan perangkat desa, tokoh masyarakat dan warga, bahkan, mereka pun sempat menggelar rapat bersama tokoh masyarakat untuk membahas dan mendiskusikan program kerjanya.

Ada beberapa program kerja yang ia susun untuk dijadikan materi penyuluhan kepada warga sekitar. Penerapan protokol kesehatan akibat Pandemi corona saat ini yang melanda Indonesia khususnya Kota Palembang menjadi sasaran program kerja yang ia susun.

“Seperti membuat video penyuluhan kepada warga mengenai bagaimana cara mencuci tangan yang benar dan penggunaan hand sanitizer dan masker ketika beraktivitas diluar rumah serta membagikan stiker stiker anjuran penerapan protokol kesehatan disekitar rumah. Jadi sesekali saya turun langsung ke warga untuk memberikan penyuluhan tersebut dan membagikan bantuan berupa masker dan handsanitizer hingga alat kesehatan lainnya,”  jelasnya.

Selain penyuluhan mengenai protokol  kesehatan yang baik dan benar, Clarissa juga memberikan penyuluhan yang lainnya. Namun masih berkaitan dengan pandemi corona saat ini.

“Momen ketika Idul Adha ada penyembelihan hewan kurban, nah saya memberikan penyuluhan dan edukasi kepada warga sekitar, untuk tetap mejaga jarak ditengah keramaian banyaknya warga yang akan melihat pemotongan hewan kurban ini. Terutama anak anak yang biasanya sangat antusias untuk menonton pemotongan hewan kurban ini,” jelasnya.

Clarissa mengaku sedih karena tidak bisa berbaur dengan warga seperti kegiatan KKN di saat kondisi normal.

“Sukanya mungkin bisa dikatakan KKN cukup menghemat biaya dan tenaga. Namun, dukanya kami tidak bisa terjun langsung di lokasi KKN sehingga rasanya kami hanya sebagai relawan bukan peserta KKN pada umumnya,” kenangnya.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Serlika Aprita S.H,M.H mengatakan kegiatan KKN di tengah pandemi sekarang ini lebih diarahkan dalam rangka memberikan penyuluhan kepada warga mengenai Covid-19. “Selain itu, menajamkan pemahaman warga terkait Covid-19, dari bahaya, cara pencegahan, cara penanganan, dan bagaimana masyarakat harus bersikap terhadap warga lain yang statusnya ODP, PDP, positif Covid,” katanya.

Disamping memberikan edukasi ke masyarakat, pihaknya juga memberikan masukan ke warga tentang kegiatan yang bisa dilakukan di rumah sehingga tetap bisa produktif. Melaksanakan kegiatan KKN secara daring, menurut Serlika, mengharuskan mahasiswa tidak bisa bertatap muka langsung dengan seluruh warga untuk sosialisasi dan eksekusi program. (ria)