Muba baru
Palembang Emas

Membunuh, karena isteri digangu, Priamos divonis 13 tahun

PALEMBANG,BS–  Mejelis Hakim Pengadilan Negeri Palembang yang diketuai Paul Marpaung menjatuhkan  vonis pidana kepada terdakwa Priamos alias Amos  (40) dengan pidana penjara selama 13 tahun diruang sidang Garuda selasa (22/9).

Menurut majelis dipersidangan pada peristiwa terjadi pada 20 April 2020 pembunuhan terhadapan Ahmad Yoga  (28) tenaga honorer BKAD Prov. Sumsel.

Dari fakta persidangan dimana saksi yang dihadirkan termasuk isteri terdakwa dalam keterangannya bahwa antara korban dan isteri terdakwa ada hubungan asmara terlarang.

Karena merasa isteri digangu , terdakwa Priamos nekad membunuh.

Dari fakta fakta yang terungkap dipersidangan bahwa terdakwa membunuh karena emosi sesaat, sehingga majelis hakim terdakwa dibebaskan dari dakwaan pasal 340 KUHP karena unsur unsur berencana tidak dapat dibuktikan.

Oleh karena majelis berpendapat bahwa terdakwa telah terbukti melanggar pasal 338 KUHP.

Sebab dari fakta fakta yang terungkap dipersidang unsur unsur pasal 338 KUHP terpenuhi, dimana terdakwa telah terbukti membunuh ahmad yoga secara sengaja.

Namun sebelum menjatuhkan vonis majelis mempertimbangkan hal hal yang memberatkan terdakwa melakukan tindakan main hakim sendiri. Dan hal hal yang meringankan terdakwa berlaku sopan menyesali perbuat, belum pernah dihukum serta menjadi tulang punggung keluarga dimana masih ada tanggungan anak yang masih keci.

Berita Terkait

Atas pertimbangan itu majelis hakim akhirnya menjatuh pidana penjara selama 13 tahun.

Sebelum majelis hakim menutup persidangan memberikan kesempatan kepada terdakwa yang didampingi oleh pengacara Ahmad Rizal dan Daud Dahlan serta Jaksa Penuntut Umum , Aji Marta untuk mengajukan tanggapan vonis tersebut.

” Kami berikan waktu selama satu minggu untuk menyatakan menolak atau menerima vonis,” ujar Ketua Majelis Paul Marpaung yang didampingi hakim anggota Ahmad Taufik dan Toch simanjuntak.

Lebih lanjut kata ketua majelis vonis yang dijatuhkan ini lebih ringan dari tuntutan jaksa.

Namun menanggap vonis tersebut pengacara terdakwa Daud Dahlan dan Ahmad Rizal mengatakan,” pihaknya masih pikir pikir karena masih ada waktu satu minggu untuk menyatakan menerima atau menolak,” ujarnya.

Dijelaskan Daud bahwa pihaknya sudah mendengar pertimbangan majelis hakim baik hal yang memberatkan mau yang meringankan.

Namun semua tu adalah hak majelis hakim menjatuhkan vonis 13 tahun itu.

Senada dengan hal itu Jaksa penuntut Aji Marta  juga menyatakan pikir pikir. (ARH)