Banner Pemprov
Banner MUBA

PT Pertamina EP Asset 2 Pendopo Field Jawab Tuntutan FKSB Musi Rawas

 

MUSIRAWAS, BS  – PT Pertamina EP, anak perusahaan PT Pertamina (Persero) sekaligus kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) di bawah pengawasan SKK Migas, mempunyai tugas mencari sumber minyak dan gas untuk mendukung pencapaian target yang telah ditetapkan. Sejalan dengan hal tersebut, PT Pertamina EP juga melaksanakan kegiatan yang memberikan nilai tambah bagi pemangku kepentingan, salah satunya dilakukan Asset 2 Pendopo Field.

Dalam pelaksanaan operasi hulu migas Pertamina EP Asset 2 Pendopo Field Pertamina juga mengelola kegiatan tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL) yang mencakup program Corporate Social Responsibility (CSR), program bina lingkungan (BL) dan program kemitraan (PK) termasuk di lapangan migas Musi Blok di Kecamatan Sukakarya Kabupaten Musi Rawas (Mura).

Field Manager PT Pertamina EP Bpk. Rachmad Dwi Laksono yang diwakili oleh Legal & Relations Assistant Manager PT Pertamina EP Asset 2 Pendopo Field, R Ferry Prasetyo Wibowo mengatakan Pertamina EP memiliki tata nilai sebagai komitmen perusahaan untuk mewujudkan visi dan misinya berdasarkan standar global dan penerapan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance).

Sesuai dengan visi menjadi perusahaan eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi kelas dunia. Dengan misi melaksanakan pengusahaan sektor hulu minyak dan gas dengan penekanan pada aspek komersial dan operasi yang baik, serta tumbuh dan berkembang bersama lingkungan hidup.

Mengenai adanya penyampaian aspirasi dari perwakilan masyarakat dalam Forum Komunikasi Sukakarya Bersatu (FKSB) di Kecamatan Sukakarya Kabupaten Musi Rawas (Mura). Pihak Pertamina EP Asset 2 Pendopo Field telah melakukan pertemuan dan memberikan penjelasan kepada perwakilan masyarakat tersebut.

Dalam tuntutannya FKSB meminta permintaan pemisahan Blok Musi di Dusun VI Dwi Dharma Desa Ciptodadi Kecamatan Sukakarya dari Pertamina EP Asset 2 Pendopo Field. Lalu, permintaan pemberdayaan tenaga kerja lokal dari Kecamatan Sukakarya sebesar 60 persen, dan pembukaan lowongan pekerjaan serta aktivitas PT Pertamina EP wajib melalui FKSB, dan memfasilitasi penuh (FKSB) sebagai implementasi dari masyarakat Sukakarya.

“Sejak terbitnya Undang-Undang (UU) minyak dan gas (Migas). PT Pertamina (Persero) di minta membuat anak perusahaan untuk melaksanakan kegiatan hulu migas. Hasilnya terbentuklah PT Pertamina EP. Sedangkan, dalam pelaksanaan operasi dibentuklah Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Migas (SKK-Migas) sebagai wakil dari pemerintah. Sehingga, seluruh kegiatan operasi hulu migas dan anggaran semua diajukan PT Pertamina EP ke SKK-Migas,”jelas R Ferry Prasetyo Wibowo dalam press releasenya. Selasa (24/11/2020).

Dijelaskannya, untuk pemisahan Field Musi di Kecamatan Sukakarya Kabupaten Mura. Sudah pernah diajukan kajian dan analisanya. Jauh sebelum pandemik Covid 19. Beberapa remote area sudah dilakukan pengkajian mulai dari kajian ekonomi dan teknologi. Hasilnya sudah disampaikan ke pusat.

“Namun, karena kondisi ekonomi negara saat ini harga minyak turun dan konsumsi BBM menurun. Terjadinya pandemik Covid 19 akhirnya pemerintah melakukan efisiensi organisasi dan sampai saat ini hasil kajian tersebut belum dibahas kembali,”ujar dia.

Selain itu, untuk proses rekruitmen sejak tahun 2018 pihaknya pernah mengusulkan agar rekruitmen pekerja dilakukan melalui pengumuman di Kecamatan. Meski ada pro kontra namum pihak Pertamina tetap menjalankan proses sesuai aturan. Sehingga, untuk penerimaan tenaga kerja melalui FKSB. Kami (PT Pertamina EP) patuh terhadap aturan Pemerintah Daerah (Pemkab), kami berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja dan pengumumannya melalui Camat dan Kepala Desa (Kades).

“Sesuai aturan rekruitmen tenaga kerja lokal yang dilakukan telah mencapai 40 persen dan siap menyampaikan data tenaga kerja lokal tersebut ke pihak kecamatan dan desa. PT Pertamina sendiri siap memfasilitasi FKSB dengan catatan untuk mendaftarkan legalitasnya ke Pemkab Mura,”tegas Ferry.

“Semua penjelasan telah disampaikan pada saat pertemuan awal tanggal 14 November 2020 dengan perwakilan FKSB, atas undangan FKSB. PT Pertamina EP dalam menjalankan operasi hulu migas patuh terhadap aturan pemerintah dan undang-undang dalam operasi kerjanya untuk menjaga ketahanan energi nasional,”pungkasnya.(key)