Banner Pemprov
Banner MUBA

Saling lapor kasus penganiayaan di tuntut 10 bulan

 

PALEMANG,4 BS, -Kasus penganiyaan yang keduanya saling lapor, dituntut jaksa penuntut dengan pidana masing masing 10 bulan penjara, dipersidangang Pengadilan Negeri Palembang Kamis (4/2).

Menurut Jaksa Penuntut Arif Budiman bahwa kedua terdakwa yakni Bismi dan Mey Aprianto telah terbukti melakukan penganiaya sebagai mana diatur pasal 351 (1) KUHP.

Karena unsur unsur dakwaan pasal tersebut telah terpenuhi , ” maka kami menuntut masing masing terdakwa dengan pidana penjara selama sepuluh bulan”,ujarnya.

Dari fakta persidangan terungkap berawal dari Bismi ditelepon cucunya Povi untuk diantar ketaman Polda pada 22 Agustus 2020 sekitar pulkul 21.00 wib.

Tiba ditempat cucu terdakwa dikawasan IBA, ternyata Povi ditemani oleh Kiki, kemudian keduanya menaik kenderaan Bismi dan langsung menuju taman Polda.

Ketika berada dalam mobil posisi Kiki disamping dan Povi posisi dikursi bagian belakang l.

Sesampai ditaman Polda Povi dan Kiki, bertemu dengan teman lamanya yakni Dewi dan Delina mereka masuk mobil terdakwa Bismi.

Saat itulah, sekitar pukul 22.00 Wib kurang lebih Mey Aprianto terlihat Kiki yang merupakah isterinya berada dalam mobil Bismi.

Sehingga terjadi keributan namun tidak terjadi hal yang tidak di inginkan.

Dan terdakwa Bismi pulang kearah Jakabaring. Tiba di depan Bank Sumsel Babel, terfakwa Mey Aprianto langsung memberhentikan lajunya kenderaan Bismi. Ketika waktu itu sekitar pukul 23.00 Wib. Mey Aprianto melakukan penganiayaan.

Menyebabkan terdakwa Bismi mengalami luka lembam diwajah dan sebagian bahu dan tangan sebelah kanan.

Dan Bismi langsung melapor ke SPK Polresta Palembang, namun petugasnya sudah pulang disuruh petugas besok harinya.

Namun terdakwa diberi surat pengatar oleh petugas pada 23 agus tus 2020 terdakwa mendapatkan surat visum dari Dr. Tika Permata Sari. Dan langsung melaporkan kejadian tersebut polresta Palembang.

Kemudian pihak terdakwa Mey Apri berupaya mengaja upaya damai. Namun upaya ini tidak tercapai.

Karena damai tidak tercapa akhirnya Mey Apri meminta visum etrefertum. Padahal kejadian hampir satu bulan.

Dengan barang bukti visum Mey Apri melaporkan kepolresta dan akhirnya kasus ini berakhir ke meja hijau.

Dan masing mading pengacara pada pekan datang melakukan pembelaan. (ARH)