Banner Pemprov
Banner MUBA

Fitri nilai RT dan RW gagal paham soal Goro

PALEMBANG,BS – Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda menilai Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) gagal paham akan gotong royong(goro)  yang kerap dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang setiap akhir pekan.

“RT dan RW itu harus mengerakan warganya untuk bersama bergotong royong membersihkan lingkungan tempat tinggal masing masing, guna mencegah banjir,” kata Fitri, Selasa (23/2/2021) saat meninjau lokasi banjir di Jalan Yayasan 2 Kelurahan 2 Ilir, Kecamatan Ilir Timur 2.

Sejauh ini, Fitri menilai warga hanya mengandalkan Pemkot Palembang untuk mebersihkan lingkungan mereka setiap minggunya, dari beberapa kali pengamatan saat memimpin goro, masih minim peran warga untuk terlibat langsung melakukan goro kebersihan.

“Tentunya Pemkot tidak bisa  terus-menerus melakukan kegiatan gotong- royong tanpa adanya dukungan penuh warga setempat,” tegasnya.

Diakui Fitri, beberapa pekan ini intensitas hujan cukup tinggi, tentuntya debit air yang dihasilkanpun cukup banyak tentu ini akan , berdampak banjir disejumlah kawasan di Kota Palembang, untuk itulah perlu dilakukan goro bersih-bersih saluran air yang ada, agar air bisa mengalir dengan lancar.

“Bila bergantung hanya kepada pemerintah, masalah ini tidak akan selesai. Ayo masyarakat turut aktif menjaga dan membersihkan lingkungannya,” ajaknya lagi.

Dari hasil tinjauan tersebut, lanjut Fitri, kebanyakan masyarakat di kawasan tersebut meminta normalisasi gorong-gorong yang ada disana. Hal ini dipercaya masyarakat sebagai salah satu cara untuk memperlancar aliran air dan mencegah banjir.

Menurut Fitri, dari petanya, gorong-gorong ini termasuk dalam pemukiman warga dan tidak bisa sembarangan untuk melakukan pembongkaran atau pun normalisasi.

“Kita minta warga membuat surat permohonan yang disetujui warga sekitar agar bisa kita langsung tindak lanjuti,” singkatnya.(za)