Banner Pemprov
Banner MUBA

20 tahun tertidur, Laskar Segentar Alam gelar Betaji Cup 2021

PALEMBANG,BS – Meski sempat stagnan selama 20 tahun, kini klub sepak bola PS Palembang menunjukkan kembali kompetitifnya.

Hal ini dibuktikan dengan keseriusan klub yang berjuluk Segentar Alam mengadakan Betaji Cup 2021 U-40 dalam rangka merebutkan piala bergilir Presiden PS Palembang.Pertandingan kali ini diikuti sebanyak 14 klub old stars. Yang mana 13 klub dari dalam Palembang dan 1 klub dari luar Palembang, yaitu PALI All Start.

“20 tahun PS Palembang stagnan , tapi kita kembali dengan keseriusan dan para tim. Yang turnamen kali ini diikuti para senior yang pengalaman, sehingga kita ingin PS Palembang lebih baik lagi,” kata Presiden PS Palembang, Ratu Dewa saat membuka Betaji Cup 2021 di Lapangan Sepak Bola Komplek Lanud Sri Mulyono Herlambang AURI Sukarami Palembang, Sabtu (6/3/2021).

Dikatakan Dewa, gelaran turnamen sepak bola Piala Presiden PS Palembang diharapkan mampu membangkitkan semangat sepak bola di Sumsel khususnya di Palembang. Selain itu juga mampu menjadi ajang peningkatan sportifisme dan profesionalisme.

Tim dari U-40 sudah banyak sekali pengalamannya. Turnamen ini bukan hanya merebutkan piala saja, namun saling menjaga sportifitas bersama dan menjali kekeluargaan,” jelasnya.

Masih kata Dewa, U-40 ini juga kebanyak mantan pemain PS Palembang pada masanya. Sehingga untuk menghilangkan rasa rindu, maka diadakan turnamen Betaji Cup. Bahkan turnamen ini menjadi, ulasan bagi PS Palembang ke depan.

“U-40 yang selama ini banyak pengalaman yang mereka dapat sehingga masukan-masukan itu dalam suasana begini bisa dikasih kepada manajemen PS Palembang, untuk perbaikan dan pembenahan terhadap bagaimana pembinaan, prestasi para pemain PS Palembang,” tuturnya.

Dijelaskan Dewa yang juga sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) kota Palembang, PS Palembang kini muncul dengan tag line Berjuang Menepati Janji (Betaji). Yang diartikan kata Betaji juga dikenal sebagai arti keras dan runcing untuk mempertahankan diri. “Jadi kata Betaji sebagai indentitas kita dan menjadi salam wajib dengan kata Kito Nian,” pungkasnya. [ril]