Banner Pemprov
Banner MUBA

Karena terkejut didatangi korban, terdakwa  akhirnya terpaksa aniayah

PALEMBANG BS – Terungkap dipersidangan   menurut keterangan saksi Lani Nopriansya di persidang bahwa  terdakwa terpaksa membunuh karena korban mendatangi rumah terdakwa sambil marah dan merusak pintu.

Karena terdakwa didatangi sedang kondisi tiduran sehingga merasa terkejut, sehingga pergi kebelakang dan mengambil pisau didapur.

Tujuan terdakwa mengambil pisau sekedar untuk mengusir, supaya korban meninggalkan rumah terdakwa.

Namun pada saat terdakwa mengayunkan senjata tajam korban berusaha melawan dengan menendang nendangkan kaki kearah terdakwa mengenai pisau, sehingga mengenai kaki korban Arif.

Akhirnya korban dibawah kerumah sakit oleh tetangga terdakwa ke Rumah Sakit Bayangkara Palembang.

Namun nyawa korban tidak bisa diselamatkan.

Senada dengan keterangan saksi Lani juga disampaikan saksi Yusdistira Barata, dihadapan menerangkan dihadapan Majelis Hakim yang diketuai Hakim Paul Marpaung, karena terdakwa merasa tersinggung karena korban mendatangi rumahnya.

Dari keterangan saksi saksi semua dibenarkan terdakwa.

“Korban mendatangi rumah pada saat saya sedang tidur,”, ujar terdakwa dihadapan majelis hakim, Rabu (24/3/2021)

Tebih lanjut terdakwa kepada majelis hakim bahwa dirinya tidak ada niat untuk membunuh, hanya untuk mengusir korban supaya meninggal rumah.

Namu korban terus menyerang dan menendang sehingga kaki korban mengenai pisau terdakwa.

“Sekali lagi Pak Hakim, Saya tidak berupaya membunuh hanya membela diri,” ujar terdakwa yang didampingi tim pengacaranya, A.Rizal dan Azmi Kandias dipersidangan Pengadilan Negeri Palembang.

Terdakwaan yang oleh Jaksa Penuntut Romi Pasolini dengan dakwaan berlapis yakni pasal 338 KUHP dan Pasal 35i (3) KUHP. (ARH )