Banner Pemprov
Banner MUBA

Pembacaan dakwaan bandar judi Becarat kucing kucingan dengan awak media

PALEMBANG,BS – Sidang pembacaan dakwaan Asuandi alias  Acid bandar judi Becarat di Pengadilan Negeri (PN),Kamis (25/3/2021) terkesan main kucing kucing dengan awak media yang setia menunggu sidang virtual bacakan dakwaan langsung dari Kejari Sumsel.

Awak media terkesan disimpang siurkan dengan informas tidak jelas ruang sidang itu akan digelar, klimaknya  media yang bertanya kepada salah seorang Panitera Pengganti Pengadilan Negeri Palembang yang bernama Eka Rahmwati.

“Sidang Acid sudah digelar pada Jam 13. 30 WIB. Dengan agenda pembacaan Dakwaan,” katanya.

Berdasarkan jadwal persidangan pada Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Palembang, sidang terjadwal dimulai pukul 09.25 Wib pada ruang sidang Garuda lantai II gedung PN Palembang.

Hingga menjelang sore hari, persidangan yang dimaksud tak kunjung dimulai, namun berdasarkan informasi yang didapat persidangan tersebut sudah selesai digelar sekitar pukul 13.00 WIB diruang sidang Cakra lantai 1 PN Palembang.

Juru Bicara PN Palembang Sahlan Effendi SH MH, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa persidangan tersebut digelar pada pukul 13.00 WIB.

“Dari informasi panitera pengganti Eka Firdanita SH persidangan perkara itu telah digelar siang tadi sekitar pukul 1 siang, persidangan tersebut digelar di ruang Cakra lantai 1 dengan agenda pembacaan dakwaan dari penuntut umum,” ujar Sahlan.

Akan tetapi, Sahlan mengaku tidak tahu persis apa kendala sehingga bisa ganti ruang persidangan.

Didalam dakwaan JPU, terdakwa Acid disangkakan sebagai Bandar yaitu sebagai pemilik modal awal, mengatur tempat, mengurus para karyawan, mengatur keluar masuk uang dari para karyawan dari para pemain, membayar gaji karyawan serta penerima siapa saja yang dapat menjadi karyawan di tempat perjudian jenis Baccarat tersebut.

Untuk itulah sebagaimana dakwaan JPU, terdakwa Acid atas perbuatannya diatur dan dijerat melanggar Pasal 303 ayat (1) ke-1 KUHP atau Pasal 303 ayat (1) ke-2 KUHP.

Untuk diketahui, terdakwa Acid sempat melarikan diri pada saat penggerbekan tempat judi di wilayah Taman Kenten Palembang dan akhirnya ditangkap oleh tim Jatanras Polda Sumsel di wilayah Lampung pada Selasa (24/11/2020) lalu.

Pada saat penggerebekan, selain mengamankan 22 orang pemain polisi juga turut mengamankan 10 orang pegawai arena judi Baccarat yang dalam persidangan kesepuluh pegawai tersebut divonis dengan pidana penjara masing-masing selama 5 bulan.

Dari keterangan kesepuluh karyawan tersebut dalam persidangan hampir semuanya menyebut nama Asuandi alias Acid sebagai pemilik sekaligus bandar judi di Arena Judi Baccarat dengan upah rata-rata Rp 100 hingga Rp 250 ribu perhari. (ARH)