Banner Pemprov
Banner MUBA

Gubernur Sumsel Didaulat Jadi Bapak Penghulu Indonesia

PALEMBANG, BS –  Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Pusat, mendaulat Gubernur Sumsel H Herman Deru menjadi bapak penghulu Indonesia, karena perhatian yang maksimal terhadap penghulu di Provinsi Sumatera Selatan.

Hal ini terungkap dalam acara pengukuhan dan rapat kerja pengurus wilayah  APRI Provinsi Sumatera Selatan di Graha Bina Praja, Senin (5/4/2021). Ketua APRI Pusat, Madari mengatakan, APRI sudah dikukuhkan di 27 provinsi di Indonesia dan telah dikeluarkan SK, namun Provinsi Sumsel sangat berbeda dan luar biasa.

“Karena, ini pertama kali difasilitasi total oleh Gubernur,” Madari mengungkapkan, dalam sambutannya.

Ia berharap apa yang dilakukan Gubernur Sumsel ini dicontoh oleh provinsi-provinsi lain. Dirinya juga akan melakukan sosialisasi dan menginformasikan ke APRI di seluruh Indonesia agar ada sinergitas antara pemerintah dan kementrian agama di provinsi masing-masing, agar pelayanan kepada masyarakat dapat maksimal terwujud.

Madari kagum, Gubernur Deru yang sangat perhatian memfasilitas penghulu-penghulu di Indonesia, mulai dari memberikan kantor, menyusul armada transportasi untuk APRI di Sumsel.

“Di pusat saja belum seperti ini, untuk itulah kami mendaulat pak Gubernur Sumsel H Herman Deru menjadi bapak penghulu Indonesia,” ucap dia.

Sementara itu, Gubernur Sumsel  H Herman Deru berterima kasih atas amanat dan kepercayaan APRI Pusat mendaulatnya menjadi bapak penghulu Indonesia. “Pak Madari mungkin tidak serta merta mendaulat saya, melainkan sudah membaca track record saya. Maka, dengan predikat ini saya siap dan bertanggung jawab,” kata Deru.

Terkait perhatiannya kepada para penghulu di Sumsel, Deru menyebut perhatian pemerintah  di Sumsel tidak hanya kepada hal-hal pembangunan fisik saja, namun juga non fisik salah satunya soal penghulu.

“Kita juga jangan meninggalkan kearifan lokal, kalau semasa saya jadi bupati ada program satu pengantin satu menanam pohon, maka saya jadi Gubernur, setiap pengantin agar mengenakan tanjak sebagai simbol khas daerah,” kata dia.(gus)