Banner Pemprov
Banner MUBA

Berburu Napas di Sumsel, Telat Satu Menit Saja Nyawa Ibu Hilang

 

PALEMBANG,BS – TERUS melonjaknya pasien Covid 19 di Palembang, membuat Dirman (32) warga Matamerah Sumsel kelimpungan.

Tak hanya dipusingkan dengan membengkaknya biaya pengobatan, pria paru baya ini mengaku bingung lantaran sulitnya mendapatkan gas oksigen.

Rutinitas pun berubah, pulang kerja, dia harus berkeliling dulu, dari satu toko alat-alat kesehatan ke toko lainnya demi memperpanjang napas ibunya yang terjangkit Covid 19 sejak 10 hari, lalu.

Orangtuanya memilih isolasi mandiri ketimbang harus menginap di rumah sakit.

“Ibu tergantung nian dengan oksigen ini. Kalau sampai jam 18.00 Saya tidak mendapatkan oksigen ini mungkin ibu saya napasnya sudah stop,” Ucapnya saat antri menunggu isi ulang oksigen di halaman Kantor PT Pusri Palembang, Jumat (30/7).

Dirman yang menunggu bersama istrinya ini mengaku sejak pukul 14.00 siang sudah mencari gas oksigen, dari toko alkes di jalan Sudirman, Jalan Cinde dan Jalan Veteran.

Namun tiga toko itu sudah tak ada stok oksigen isi ulang lagi.

Pasangan suami-istri ini pun sempat kebingungan dan berencana meminta langsung ke rumah sakit. Namun mereka bingung bagaimana prosedur pembelian oksigen di rumah sakit.

“Sempat kepikiran mau beli di rumah sakit, tapi bingung bagaimana cara membelinya. Terus menemui siapa di rumah sakit, ” urainya.

Menggunakan motor keduanya berkeliling,suami duduk didepan sedangkan istrinya dibonceng sambil memangku dua tabung gas oksigen warna putih berukuran dua kubik.

Hingga pukul 16.30 wib, keduanya belum mendapatkan oksigen sama sekali.

Padahal sebelumnya, tidak sesulit ini mencari gas oksigen,cukup ke satu toko saja, sudah langsung Ada, tak perlu berkeliling kemana-mana seperti saat ini.

Pria ini juga mengaku sejak ibunya terjangkit virus Covid 19, dia membeli dua tabung sekaligus dan langsung memasang sendiri ketika oorangtuanya sesak napas.

“Maksudnya satu tabung buat stok dan satunya buat cadangan. Karena sulitnya mencari gas oksigen ini, dua tabung ini jadi kosong semua.. Dari kemarin Cari, belum dapat-dapat, ” ceritanya.

Namun tepat pukul 17.00, pihak toko langganannya mengabarinya agar datang ke Pusri untuk pengambilan gas oksigen gratis.

Jika biasaya dia harus membeli gas oksigen isi ulang Rp 70 ribu hingga Rp 90 ribu pertabung setiap hari, saat di Pusri justru gratis, Dan hanya menunjukkan KTP Saja. Dia pun mengaku sangat bersyukur dengan layanan isi ulang gratis.

Mekanisme pengisian juga mudah, warga datang lalu melakukan pelaporan administrasi open Dinkes.

“Nanti dinkes yang mengecek, apakah memang nama yang bersangkutan terjangkit virus Covid. Lalu tabung dibersihkan oleh petugas, Dan dibawah ke pabrik Pusri untuk isi ulang, ” katanya. Jarak waktu tunggu hanya 20an Menit saja.

Lain halnya yang diungkapkan Bambang. Pria ini menggunakan mobil biru,setibanya di lokasi, dia membuka kabin belakang mobilnya dan mengangkat sendiri tabung gas yang tingginya lebih Dari 1,5 meter itu.

Tabung itu dia gotong di bahunya. Lalu ketika sudah di lantai, lalu dia putar Dan gulingkan sendiri.

“Buat istri Saya. kena Covid. Susah memang cari gas oksigen sekarang. Makanya Saya bawa tabung besar ini biar tidak bolak balik isi, ” Katanya.

Kesembuham istrinya, diakui sangat tergantung dengan gas oksigen ini. Untuk satu tabung ini biasanya habis dalam dua hari Saja. “Untung Saja bisa isi ulang disini. Kalau tidak Ada ini, bagaimana nanti istri Saya bisa bernapas, ” katanya.

Diketahui PT Pusri bekerjasama dengan Pemerintah Sumsel menyiagakan pos shelter pengisian ulang gas oksigen gratis Kepada warga, terutama untuk korban Covid yang melakukan isolasi mandiri (isoman). Posko dibuka selama 24 jam untuk pelayanan secara maksimal. (Why)