Herman Deru Tinjau Lokasi Bencana Banjir Di Kecamatan Paiker

EMPAT LAWANG, BS – Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mendarat di Desa Lubuk Mabar Desa Muara Sindang menggunakan Helikopter guna mengunjungi masyarakat Pasemah Air Keruh yang terkena musibah banjir bandang pada Rabu (27/10/21).

Musibah banjir bandang yang melanda kurang lebih sekitar 300 hektar lahan pertanian penduduk dengan 216 hektar yang rusak berat, 1 rumah rusak berat, 1 rumah hanyut dan 897 rumah dimasuki air berlumpur kedalam rumah.

kedatangannya tersebut juga untuk memberi keyakinan kepada masyarakat jika pemerintah tak tinggal diam dan langsung melakukan gerak cepat memberikan bantuan ketika ada warga yang terkena musibah.

“Ini adalah bentuk kepedulian pemerintah kepada Masyarakat , pemerintah tidak akan tinggal diam ketika ada warganya yang sedang kesusahan dan kita berupaya selalu hadir ditengah masyarakat” tuturnya
Dalam Pidatonya Bupati Empat Lawang menyebutkan yang tak kalah penting yaitu sesegera mungkin memperbaiki jembatan gantung yang rusak akibat banjir tersebut.

“Karena jembatan yang menjadi akses utama menuju 60 hektar sawah yang disapu banjir tersebut dan memang harus dipercepat perbaikannya” ujarnya.

Hendra Kusuma sebagai perwakilan masyarakat meminta agar Gubernur Sumsel dapat membantu memperbaiki pintu air dan saluran yang sampai kesawah airnya kembali mengalir agar pohon padi yang kena sapu air banjir dapat tumbuh lagi.

“Saya berharap pintu penahan Air dan saluran yang sampai kesawah airnya kembali mengalir agar Pohon padi yang tersapu banjir dapat tumbuh kembali,” ujarnya.

Namun yang lebih penting ada upaya pemerintah untuk memperbaiki bukit yang ada di desa Talang Padang yang dirambah masyarakat untuk dijadikan kebun. Yang lebih parah ada oknum masyarakat yang melakukan ilegal logging sehingga hilangnya daerah resapan air yang menyebabkan apabila hujan air sungai ayik kegho meluap.

Sementara itu, dalam sambutan Gubernur Sumsel Herman Deru langsung memenuhi keinginan masyarakat yang disampaikan Hendra Kusuma diantaranya memberikan uang sebesar 30 juta untuk memperbaiki palak ayik.

Untuk rumah yang dimasuki air banjir tanpa memandang besar kecil kerugian akan dibantu semua sesuai data yang dikirimkan kades yang jumlahnya 897 kepala keluarga.

Selain menyerahkan bantuan korban banjir yang di pusatkan di desa Talang Padang, gubernur yang selalu tanpa inergi menyerah combine Harverster dan 2,5 ton bibi padi yang secara simbolis diterima oleh camat Pasemah Air Keruh Noperman Subhi.

Kemudian meninjau jembatan gantung yang putus serta mendatangi Sekolah Dasar Negeri 2 Pasemah Air Keruh yang lapangan maupun kelas yang ada dimasuki lumpur yang tebalnya sampai 30 cm. (BOT).