Babinsa Koramil 418-08/Sako hadiri Rembuk Stunting

 

PALEMBANG,BS – Babinsa Koramil 418-08/Sako Pelda Jasa Edi Susanto Pangaribuan bersama Koptu Alex Kurniawan menghadiri rapat koordinasi dan evaluasi penanganan penurunan stunting di Kecamatan Sako.

Stunting merupakan masalah gizi kronis, yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam kurun waktu yang lama.

Stunting terjadi karena asupan makanan kedalam tubuh tidak sesuai kebutuhan gizi yang diperlukan, dan itu terjadi dari mulai di dalam kandungan serta baru terlihat setelah usia 2 tahun.

Selain pertumbuhan tubuh terhambat, stunting juga dapat mempengaruhi perkembangan otak, mempengaruhi produktivitas, daya serap dan kreativitas di usia produktif anak.

Tujuan dilaksanakannya rembuk stunting adalah untuk meningkatkan komitmen para pengambil kebijakan dalam peningkatan stunting serta meningkatkan kemampuan Pemerintah Daerah dalam melakukan perencanaan, koordinasi, pemantauan dan evaluasi, serta sosialisasi dan komunikasi interpersonal dan konsistensi untuk mencapai di kec Sako bebas stunting.

Babinsa Koramil 418-08/Sako Pelda Jasa Edi Susanto Pangaribuan mengatakan, dalam rapat tersebut dijelaskan upaya penurunan stunting dapat dilakukan melalui dua intervensi, yaitu intervensi gizi spesifik untuk mengatasi penyebab langsung dan intervensi gizi sensitif untuk mengatasi penyebab tidak langsung.

Penurunan stunting memerlukan pendekatan yang menyeluruh, yang harus dimulai dari pemenuhan prasyarat pendukung.

Dalam hal ini TNI khususnya Koramil 418-08/Sako, Kodim 0418/Palembang juga sudah melakukan upaya penurunan stunting dengan pelaksanaan program Bhakti TNI yaitu jambanisasi, guna menjaga sanitasi lingkungan masyarakat Kec Sako dan Kec Sematang Borang

“Mari budayakan hidup bersih dan sehat serta melaksanakan perbaikan gizi dalam keluarga untuk mencegah stunting” ucap Pelda Jasa Pangaribuan
Pelajsanaan Koordinasi dan evaluasi penanganan penurunan stunting di Kecamatan Sako.(za)

 

#INI CERITA ASAL USUL NAMA TANGGA BUNTUNG #