Banner Pemprov
Banner MUBA

PEP Asset 2 Limau Field, Salurkan CSR Pemberdayaan Kaum Ibu 

PRABUMULIH, BS – Sebanyak 50 orang ibu-ibu warga Desa Karya Mulya Kecamatan Rambang Kapak Tengah Kota Prabumulih mengikuti pelatihan pengolahan tanaman herbal.

Pelatihan berasal dari program Coorporate Social Responsibility (CSR) PT Pertamina EP (PEP) Asset 2 Limau Field. Untuk pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah kerja.

“Pelatihan pengolahan obat herbal salah satu solusi permasalahan bagi masyarakat di Desa Karya Mulya. Karena, dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar sebelumnya bersama masyarakat ada permasalahan kesehatan yang dikeluhkan,”jelas Limau LR Assistant Manager Fredrick Roma Parulian. Kamis (1/7/2019).

Dikatakannya, keluhan tersebut dipengaruhi lokasi desa masyarakat cukup jauh dari pusat kota. Sehingga, akses untuk berobat cukup terhambat. Dengan digulirkan program CSR ini PEP Asset 2 Limau Field masyarakat diajak mengoptimalkan tanaman toga yang sudah ditanam. Untuk diolah menjadi obat herbal keluarga.

Pelatihan yang diberikan dipandu langsung dokter ahli herbal dr Riantika Maharani. Masyarakat mendapatkan ilmu mengenai manfaat tanaman herbal, cara pengolahan dan dosis yang digunakan untuk pengobatan.

“Sebelum diberikan pelatihan pengolahan tanamam herbal. Masyarakat telah diajak membuat demplot rumah tanaman obat keluarga (Toga) di perkarangan masing-masing. Selanjutnya, masyarakat diajarkan membuat ramuan obat herbal dari tanaman toga tersebut,”ujarnya.

Sedangkan, Limau Field Manager, M Nur mengatakan program CSR yang dilakukan perusahaan sangat disambut baik masyarakat dan memberikan dampak positif karena menjadi solusi bagi permasalahan masyarakat selama ini dan membantu peningkatan ekonomi masyarakat.

“Pemberdayaan masyarakat melalui program CSR wujud komitmen terhadap pemenuhan tanggung jawab sosial perusahaan dengan masyarakat lingkungan sekitar,”kata M Nur.

Sementara itu, Yoto salah satu peserta mengatakan permasalahan kesehatan yang terjadi di masyarakat Desa Karya Mulya karena tidak ada pusat kesehatan masyatakat (Puskesmas).

“Kami mengalami kesulitan untuk berobat. Dengan adanya pengobatan herbal ini, kami bisa mengobati penyakit sendiri sebagai pengobatan awal. Sebelum harus ke puskesmas dan pelatihan yang diberikam ini sangat bermanfaat sekali,”pungkasnya.(eky/rel)