Banner MUBA

dokter Zamhari Farzal yang meninggal dalam mobil, dikarenakan sakit jantung

PALEMBANG,BS – Terkait meninggalnya dokter Zamhari Farzal pada Jum’at,(22/1/ 2021), sekitar pukul 21.00 WIB, yang ditemukan di dalam mobil di Jalan Sultan Mahmud Mansur Kecamatan Ilir Barat 1 Palembang, disebut pihak Polda Sumsel dikarenakan penyakit jantung yang dialami.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi menegaskan, kejadian tersebut dipicu karena adanya penyakit jantung terhadap korban, bukan dikeranakan suntik vaksin yang beredar ramai dimedia sosial.

Menurut Supriadi, dari hasil olah TKP, ditemukan kendaraan dalam keadaan mati, kemudian kaca sebelah kanan dalam keadaan terbuka. Kemudian ditemukan dokter Zamhari yang sudah keadaan meninggal.

“Korban tertelungkup dan memegang dada sebelah kiri, dan kita temukan fakta di lapangan satu tablet obat Nitrokaf Retrad atau Nitroglycerin, saat ditemukan badannya agak kebiruan dibagian pipi dan muka. Ternyata obat yang dikenakan tadi obat jantung setelah dikoordinasikan dengan ahlinya,” kata Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi, Senin (25/1/2021).

Supriadi menjelaskan, dari hasil rekaman CCTV, awalnya mobil tersebut menepi di depan Alfamart yang ada di Jalan Manhmud Mansur. Namun, dalam rekaman korban tidak keluar dari mobilnya.

Lebih jauh, Supriadi mengatakan, terhadap korban tidak dilakukan pemeriksaan dalam, karena tidak adanya unsur kekerasan. Selain itu, tidak adanya permintaan dari keluarga untuk dilakukan pemeriksaan dalam.

Berita Terkait

“Kekurangan oksigen di tubuh korban sangat memungkinkan korban kena serangan jantung. karena tiga bulan sebelumnya korban sempat nyeri dada,” jelas Supriadi didampingi Kabidokes Polda Sumsel Kombes Pol Syamsul Bahar.

Supriadi menyebut, korban memang divaksin sebelum ditemukan meninggal. Namun, hal itu tidak ada kaitannya dengan vaksinasi.

“Kalau vaksinansi dampaknya hanya satu dan dua jam saja. Sedangkan korban kita temukan sudah lebih dari 24 jam. Korban meninggal bukan karena dampak vaksinasi,” tegasnya.

Sementara Fauzi, adik kandung dokter Farzal membenarkan tentang adanya penyakit jantung terhadap korban. “Kmi mendapat kabar kalau dia sudah meninggal. Dia sekitar sudah tiga bulanlah mengidap penyakit jantung,” katanya.

Ketika disinggung mengenai vaksinasi COVID-19 Sinovac, Fauzi tidak ada komentar lebih jauh.

“Ya no komenlah, menerima ikhlas saja. Kalau masalah vaksinasi itu keinginannya sendiri,” tutur Fauzi.(yudi)