Banner Pemprov
Banner MUBA

Lunasi hutang proyek 2019-2020, TPP ASN dipotong 30-50 persen, Anggaran OPD diefesiensi

PALEMBANG,BS – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Palembang terjun bebas, sejak virus Corona menyerang pada awal Febuari 2019 lalu.

Dampaknya pembayaran pengerjaan proyek yang terhitung sejak tahun 2019- 2020 menjadi terhutang.

“Pemkot Palembang terhutang Rp 218 Miliar pengerjaan proyek,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang Ratu Dewa, Kamis (22/4/2021).

Pemkot Palembang menghitung pelunasan pembayaran hutang tersebut, hanya bisa melalui dana yang akan diambil dari Tunjangan Pendapatan Penghasilan (TPP) Aparatu Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Palembang.

“TPP pegawai akan kita potong sebesar 30 hingga 50 persen,” kata Ratu Dewa lagi.

Untuk pemotongan itu akan diberlakukan untuk semua ASN mulai dari esselon II, III, IV hingga staff.

“Saya sendiri (Sekda) TPP akan dipotong, dan ini akan diberlakukan pada Mei atau Juni nanti,  hingga Desember 2021 nanti,” ungkapnya.

Tidak hanya TPP yang akan dipotong, kata Dewa untuk mencukupi pelunasan hutang proyek yang didominasi Dinas PU PR dan PU Pera KP ini, efesiensi anggaran seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pun akan dialihkan untuk pembayaran hutang itu nantinya.

Dewa menyebutkan, anggaran OPD yang akan dipangkas, bisa saja anggaran yang tidak terlalu prioritas seperti anggaran perjalanan dinas akan dikurangi, pembelian Alat Tulis Kantor (ATK), karena saat Pemkot Palembang telah menerapkan Paperles, Sindi (tanda tangan elektronik), pengadaan baju dinas, satu dinas hanya diperbolehkan satu setel dan biaya makan minum.

“Seluruh OPD sudah kita surati,atas perintah Walikota,” tegas Dewa.(za)