Banner Pemprov
Banner MUBA

Masjid Jamik Tjik Luwi Al – Murhaniah akan dirikan Pesantren modern

PALEMBANG,BS – Gubernur Sumsel H Herman Deru didaulat meenjaďi orang yang pertama meletakan batu menandai pembangunan  Masjid Jamik Tjik Luwi Al Murhaniah yang di Jalan AMD Sugirawas Talang Jambe Palembang, Rabu (5/5/2021).

Tampak hadir mendampingi orang nomor satu di Sumsel ini, Walikota Palembang H.Harnojoyo,  Dirut PTBA  Suryo Eko Hadianto, Dirut Pusri diwakili Direktur Keuangan, Seluruh Komisaris Bank Sumsel Babel , Dirut BPR  Marzuki, Kakanwil Bank Mandiri  Lourentius Aris Budiyanto, Dirut Semen Baturaja  Jobi, Dirut ATS , Pemilik Yayasan Izzatuna Ustad Solihin Hasibuan, Kepala Dinas Kominfo Sumsel H Ahmad Rizwan,  serta jajaran lainnya.

“Ini pekerjaan mulia. Banyak orang punya uang tapi tidak banyak yang punya pemikiran seperti  ini. Saya apresiasi sekali dengan gagasan mendirikan masjid ini, ” kata Herman Deru.

Dalam kesempatan itu jugaa, tampak Herman Deru memberikan santunan kepada perwakilan anak yatim, perwakilan Hafiz Alquran serta 100 paket sembako yang diperuntukkan bagi masyarakat di sekitar lokasi pembangunan masjid.

“Buat rumah ibadah besar tapi isi jarang dikunjungi jemaah. Pesan saya, isi masjid ini dengan berbagai kegiatan syiar keagamaan supaya semangat fungsi masjid betul-betul tersampaikan,” pesannya.

Ketua Pembangunan Masjid, Ir Deliar Marzoeki MM, IPM didampingi Ketua Yayasan Drs Muhammad Zairin, MA, dan Pengelola Yayasan Yuris mengatakan, pembangunan yang dikelola Yayasan Haji  Tjik Luwi Marzoeki Djamal Center (MDC) ini merupakan niatnya yang sejak lama ingin mewakafkan lahan seluas 1 hektare.

“Saya sangat berterima kasih Bapak Gubernur Herman Deru berkenan hadir,” jelasnya.

Diatas lahan seluas 1 ha itu juga, direncanakan  akan dibangun beberapa bangunan gedung yang diperuntukkan buat sekolah berlantai 3 dan dipersiapkan untuk  mondok dan belajar dari kelas Tsanawiya  sampai Aliyah.

“Masjid kami juga mendirikan Rumah Tahfiz. Nama itu dari kedua orangtua saya. Saya selaku anak dari Tjik Luwi menghibahkan tanah ini untuk Yayasan Tjik Luwi Marzukie Jamal Center,” katanya.

Untuk anak didik, di pesantren itu , selaian dibekali ilmu agaa juga akan diajarkan dua bahasa asing.

“Kami bikin modern dengan bahasa Inggris dan Bahasa Arab sebagai bahasa wajib. Dengan berdirinya pondok pesantren ini akan muncul penghafal-penghafal Alquran muda,” harapnya.(ril)