Banner Pemprov
Banner MUBA

Semua saksi kuatkan tanah sengketa milik pengugat

PALEMBANG,BS – Tiga saksi sidang sengketa tanah ahli waris Abu Matamin yang dihadirkan di Pengadilan Negeri  Kayuagung, Rabu(5/5/2021), menguatakan tanah milik pengugat.

Tiga saksi yakni,  Daniar, Hamdani dan Asmawalia  saat dicecar Majelis Hakim yang di ketuai Hakim Tira Tirtona,  SH,  M. Hum. Yang didapingi Hakim anggota Nadia Septianie. S,H.  Indah Wijayati, S.H, M. Kn. Dan panitera pengganti Chandra Dewi, S.H. serta panitera pengganti Dori S,H, dalam agenda sidang pemeriksaan saksi saksi.

Sedangkan tiga tergugat dalam sidang itu Ateh Bin Alm Aini dan Darmiati Binti Alm Surnadi serta Sangkut Bin Alm Umir yang di wakili oleh kedua Pengacaranya Rolan Fahrudin SH, dan Darma Susiloh SH, sedang penggugat  Zainul Bahri SH, dan Heriadi.

Keterangan saksi Daniar selaku pemilik tanah yang berbatasan dengan tanah yang disengketakan ,dia menerangkan,  tanah sawah yang berukuran 30×125 Depo yang berlokasi di Desa Pedanaran 2 Kecamatan Pedamaran kabupaten OKI Samatera selatan tersebut adalah sah dan benar kepunyaan dari penggugat dalam hal ini ahli waris dari Abu Matamin Bin Namak adalah kakek dari penggugat.

“Sehingga selama ini tanah yang kami milik yang berbatasannya dengan  tanah penggugat, tidak ada yang menguasainya kecuali penggugat,” ujar Daniar dihadapan majelis hakim.

Selanjutnya selama berdampingan hingga sekarang masih berbatasan dengan penggugat. Tidak ada yang mengklaim tanah tersebut Karena itulah kata Daniar merasa kaget ada yang mengaku pemiliknya selain Penggugat.

Selain itu hal yang sama disampaikan Hamdani dan Asmawalia, dalam keterangannya, selama ini tanah yang diseketakan itu benar milik Abu Matamin adalah kakek dari penggugat.

Kedua saksi Hamdani dan Asmawalia dalam keterangannya, dia mengetahui,  tanah yang di miliki penggugat 1 dan penggugat 2 adalah ahli waris dari kakeknya Abu Matamin adalah cerita dari pada kakek kakek saksi, dan benar tanah tersebut tidak ada dalam penguasaan orang lain.

Sudah sejak lama tanah ini dikuasai oleh ahli waris tanpa terputus penguasaannya oleh ahli waris.

Diketahui oleh para saksi yakni saksi Daniar,Hamdani dan Asmawalia, bahwa tanah yang merupakan ahli waris dari pada tergugat itu adalah tanah yang dikuasai oleh Kote Lematang berseberangan dengan tanah penggugat yang dipisahkan yang oleh jalan Talang Semut artinya tergugat tidak ada urusannya dengan tanah penggugat karena secara lokosi dan hubungan kewarisan juga tidak ada kaitannya.

Seusai dengan saksi saksi memberikan keterangan majelis hakim mempersilahkan kepada kuasa hukum tergugat untuk menanggapi.

Namun kuasa hukum tidak terlalu menanggapi, hanya saja ketika majelis hakim menanyakan mengenai tapal batas tanah yang diklaiim oleh tergugat kuasa hukum sedikit kebingungan dan dia tidak bisa membantah apa yang diterangkan saksi saksi dan  menjawabnya dalam kesimpulan.(rah/her)