Banner yu
Banner Wahyu

Saksi tergugat banyak tidak tahu asal usul tanah

PALEMBANG,BS – Kasus sengketa tanah yang terletak di Desa Pedamaran 2 Kabupaten OKI, memasuki agenda mendengarkan keterangan saksi penggugat dalam sidang yang digelar di PN Kayuagung pada Rabu (2/6/2021).

Ada tiga saksi yang dihadirkan, yakni Mastina, Rudi Hartono dan M Tahan. Terjadi kejanggalan dalam status saksi, dimana majelis hakim tidak diberitahu oleh kuasa hukum penggugat jika M Tahan merupakan saudara kandung dari tergugat yang bernama Sangkut.

Akibatnya Ketua Majelis Tirta Tritona langsung menegur Kuasa hukum tergugat  Rollan dan Darma. “Seharusnya diberitahu sejak awal, bukan setelah disumpah. Kami juga meminta saksi berterus terang sejak awal mengenai hubungannya dengan tergugat,” kata Tirta.

Sementara itu, dalam sidang tersebut saksi Mastina mengungkapkan jika tanah yang disengketakan itu sudah dibagi oleh buyut pagi pada tahun 1973 dan untuk bagian Nenek Ratiba semuahnya diberikan kepada Ningcik martua dari saksi.

Namun pada saat ditanya secara detil asal usul tanah dan letak tanah yang disengketakan, saksi tidak bisa memastikan dan memberikan keterangan yang jelas. Hanya menyebut jika tanah itu pernah dikelola oleh Masnona orang tua dari dari penggugat Zainul Bahri.

Begitupun mengenai kapan mulai dikelolanya tanah itu, saksi mengaku tidak tahu persis.

Aneh nya saksi mastina ketika ditanya mendapat bagian hanya sekitar 15m”x 10 m” sehingga majelis hakim mengatakan bagian dari anak anak  Ningcik itu hanya tanah seukuran 15 m”x 10 m” itu dari sini saksi sudah tidak bisa menjelaskan lagi dia hanya mengatakan bahwa saya orang pendatang sehingga tidak bisa menjelaskan secara rinci.

Sementara saksi Rudihartono anak dari Wisnu cucu Ningcik, ia tidak mengetahui ukuran tanahnya. “Hanya tahu lebarnya saja yaitu 15 meter sedangkan panjangnya karena tanah rawa, tidak terbatas, “katanya.

Saat ditanya oleh majelis hakim mengenai petak tanah yang disengketakan saksi juga tidak bisa menjelaskan dan tahu. Sedangkan saksi M Tahan terhadap tanah sawa  yang menjadi objek sengketa  dia mengetahui bahwa tanah ini milik nek Ratiba kareana perbatasan dengan tanah milik tanah orang tuanya.

Usai mendengarkan keterangan para saksi majelis menjadwalkan sidang kembali digelar pada 4 Juni besok. “Saya tidak mau kalau pada saat sidang ditempat semua orang bicara, hanya yang jadi juru bicara,” ungkapnya (rah)