Banner yu
Banner Wahyu

Sumsel Jadi Pilot Project Perumahan di Indonesia, Ini yang dilakukan Basyaruddin Cs

 

PALEMBANG, BS–Dua program yang diinisiasi oleh Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Sumsel ternyata jadi percontohan atau Pilot Project di Indonesia.

Dua program itu adalah pembangunan rumah subsidi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di BPS Land serta program pembangunan rumah berkonsep green housing yang salah satunya pembangunan rumah bagi komunitas di empat kabupaten di Sumsel.

Diketahui, meski dihantam pandemi covid 19 berkepanjangan, tak membuat Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Sumsel tinggal diam.

Berbagai upaya terus dilakukan untuk memperkecil angka backlog rumah bagi warga.

Salah satunya melalui program Bedah Rumah yang diinisiasi Gubernur Sumsel, Herman Deru yang hingga kini masih merenovasi sebanyak 75 unit rumah warga yang tak layak huni menjadi rumah sehat dan layak huni. Program tersebut masih bergulir secara simultan, melibatkan OPD dan perusahaan BUMN dan BUMD di Sumsel.

Kepala Disperkim Sumsel, Basyaruddin Achmad mengungkap, momentum peringatan hari Perumahan Nasional (Harpenas) tahun 2021 yang jatuh pada Rabu (25/8) hari ini, pihaknya akan terus memperkecil angka backlog tersebut sehingga tingkat kebutuhan masyarakat akan rumah yang layak dan sehat terpenuhi secara merata. Salah satu upaya itu seperti menggugah kesadaran para pemangku kepentingan untuk ikut peduli dan terlibat langsung dalam pembangunan rumah layak huni melalui berbagai program simultan dan berkelanjutan.
Kita harus bersama-sama bekerja lebih keras, bergerak lebih cepat, dan bertindak lebih tepat agar cita-cita Bung Hatta dapat segera diwujudkan, “ucap Basyaruddin.

Saat ini di Sumsel, backlog perumahan capai 485.105 Kepala Keluarga, dengan rincian untuk kebutuhan rumah Tangga Layak Huni sebesar 179.791 unit dan dari beberapa program yang sudah dijalankan, sudah bisa dipenuhi 13 persen atau 27.162 unit sudah dibangun rumah layak huni.

Supply Rumah sebelum pandemi Covid 19, lanjut dia, berkisar 10-15 persen dari jumlah backlog, namun faktanya tetap tak mampu menutupi laju pertambahan backlog.

Tugas provinsi bekerjasama dgn KemenPUPR memfasilitasi MBR dan Pengembang utk kelancaran pembangunan rumah subsidi dengan skema baik FLPP maupun BP2BT.

Sumsel sendiri, Kata Basyaruddin saat ini menjadi Pilot Project Rumah subsidi skala besar yaitu BPS Land. Juga menjadi Pilot Project Green housing untukMBR dgn menggunakan skema pembiayaan BP2BT

“Untuk Rumah Tidak layak huni disamping program BSPS dari Kemen PUPR, provinsi menggelontorkan bantuan Gubernur utk bedah rumah secara swadaya dibeberapa Kabupaten. Dan yg terbaru program gubernur bedah rumah yg melibatkan BUMN, BUMD, Baznas dan para OPD, “katanya.

Melalui program Green Housing, pihaknya telah membangun rumah untuk komunitas yang kini sudah ditempati pada beberapa kabupaten di Sumsel, seperti Rumah untuk Komunitas Penyapu jalan di Prabumulih, di Lubuk linggau juga dibangun rumah untuk Komunitas Pennggiat olah raga, Mura utk guru honorer, Banyuasin perawat kerbau rawa.

“Untuk pembangunan rumah di BPS Land adalah rumah subsidi skala besar. Lalu di Prabumulih juga telah kita bangun 223 unit, Lubuk Linggau sebanyak 73 unit, Mura 65 unit dan Banyuasin 50 unit, ” katanya. (Why).