Banner Pemprov
Banner MUBA

Antar Sabu 1 Kilogram via bus, Dirnarkaba sebut trik bandar hemat ongkos selama Pandemi

 

PALEMBANG, BS–Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel, Kombes Pol Heri Estu Hariono menyebut modus tradisional, yakni pengantaran narkoba melalui jalur bus antar provinsi kini cenderung dipilih para Bandar besar untuk menghemat ongkos pengiriman selama masa pandemi covid 19.

Hal itu diungkapkan Heru saat menangkap Syaiful, warga Aceh yang ingin memasukkan sabu seberat satu kilogram ke wilayah Banyuasin.

Syaiful yang ditangkap beberapa bulan lalu memang mengakui membawa satu kilogram sabu dari Aceh melalui jalur darat atau dengan menaiki bus antar provinsi dan dibekali upah perjalanan sebesar Rp 3 juta.

Pria itu, memasukkan sabu hanya dalam tas pakaian biasa lalu tasnya diletakkan di bagasi tas penumpang biasa, bersama tas penumpang lainnya.

Syaiful juga dengan santai hanya menyimpannya dengan plastik biasa lalu dimasukkan bersama pakaian lain lalu tas itu diletakkan di bagasi tas. dia berhasil membawa tas itu dari Aceh menuju Medan, lalu ke Sumsel dengan tujuan Banyuasin.

Lalu sesampainya di Betung, petugas sat narkoba Polda Sumsel keburu memergoki aksinya dan langsung diamankan hingga kini di Polda Sumsel.
Pola itu, kata Heri, adalah pola pengantaran tradisional yang sejak dulu sudah banyak ditinggalkan Bandar besar karena dinilai lebih berpotensi tidak aman.

“Selama ini kalau Bandar mau mengantar narkoba, biasanya modusnya mereka menyewa kendaraan pribadi, lalu di bawa dua hingga tiga orang menuju wilayah yang dituju. Ini yang selama ini kita lihat, tapi sejak masa Covid 19 justru mereka lebih banyak memanfaatkan jalur bus. Mungkin karena ingin hemat ongkos saja, ” kata Heri, usai melakukan kegiatan pemusnahan barang bukti Sabu seberat 1,7 kg dan ekstasi sebanyak 468 butir di Polda Sumsel, Senin (30/8).

Dari pantauan, narkoba jenis sabu seberat 1,7 kg dan ratusan butir pil ekstasi hasil sitaan dari enam tersangka tersebut dimusnahkan dengan cara diblender.

Sementara itu, tersangka Saiful yang merupakan seorang petani asal Aceh yang kedapatan membawa narkoba seberat 1 kg mengatakan, bahwa sabu-sabu tersebut didapatkannya di wilayah Aceh.

“Rencananya sabu tersebut akan saya antar ke wilayah Betung Kabupaten Banyuasin, Sumsel. Namun belum sampai tujuan saya sudah tertangkap,” ujar Saiful.

Saiful yang kesehariannya bekerja sebagai petani tersebut juga mengungkapkan, bahwa dirinya baru pertama kali menjalankan bisnis haram tersebut namun langsung tertangkap polisi.

“Saya baru dapat uang muka Rp3 juta sebagai upah untuk mengantarkan barang haram tersebut. Saya sangat menyesalinya,” jelas Saiful.

Diketahui, para pelaku yakni Saiful ditangkap dengan barang bukti sabu seberat 977,74 gram yang tersimpan dalam 10 paket. Lalu, Erwinsyah dengan barang bukti ekstasi 458 butir, M. Taufik Akbar dengan barang bukti sabu satu paket seberat 201, 93 gram.

Kemudian, tersangka Doni dengan barang bukti sabu satu paket seberat 98,69 gram, Indra Gunawan dengan barang bukti dua paket sabu seberat 186, 83 gram dan 10 butir pil ekstasi, serta M Ridho dengan barang bukti sabu tiga paket besar seberat 294,84 gram. (Why)