Banner Pemprov
Banner MUBA

Mangkir Serah Terima Kunci, Dominasi Laporan Konsumen Via REI Sumsel

 

PALEMBANG, BS–Tak hanya fokus pada pengembangan dan pembangunan perumahan saja, asosiasi DPD Real Estate Indonesia (REI) Sumsel juga sangat terbuka menerima masukan bahkan kritik jika ada anggotanya yang berbuat nakal kepada konsumen.

“Kami sangat terbuka, jika ada developer nakal dalam asosiasi kami yang mangkir atau membohongi konsumen dalam pembelian atau transaksi rumah maka kami siap memfasilitasi untuk penyelesaian masalah, ” kata Ketua DPD REI Sumsel, Zewwy Salim didampingi Wakil Ketua Rumah Subsidi, Andi Sampurna Salam dan Sekretaris DPD REI Sumsel, Agus Alamsyah di kantor REI Sumsel jalan Letda A Rozak, Selasa (28/9).

Hingga kini, sudah ada beberapa aduan masyarakat yang masuk, pihaknya pun langsung melakukan tindak lanjut dengan memfasilitasi pertemuan langsung dengan developer yang bersangkutan.

Teknisnya, lanjut dia, Developer itu dipanggil lalu dilakukan pertemuan langsung dengan konsumen untuk dicarikan solusi bersama agar persoalan bisa tuntas. Namun dengan catatan, developer tersebut tergabung dan masuk dalam keanggotan REI. Sejauh ini, lanjut Zewwy, aduan yang masuk kebanyakan adalah mangkir dalam hal waktu serah terima kunci rumah akibat lambannya pembangunan. Hal teknis itu yang banyak terjadi antara developer dan konsumen.

Selama persoalan masih menyangkut hal teknis, Zewwy mengaku masih memaklumi kesalahan tersebut karena dasar pemicu karena situasi yang memang tidak bisa terelakkan.

“Seperti mangkir dari janji, misal developer janji serah terima kunci pada Juni 2021, ternyata Desember masih belum tuntas, terus ada aduan yang masuk ke kita, ya kita panggil developer nya dan kita tanya apa yang jadi problem, lalu kita pertemukan dengan konsumen. Kita cari win-win solution bersama, “katanya.

Namun jika persoalan ternyata tak bisa diselesaikan ditingkatan REI dan karena memang ada unsur penipuan ke arah tindakan kriminal bukan tidak mungkin, developer yang bersangkutan kita keluarkan dari keanggotan REI Sumsel.

Makanya, Zewwy mengimbau kepada masyarakat yang ingin membeli rumah sebaiknya teliti sebelum membeli. Cari tahu dulu bagaimana track record pengembang, lalu pastikan keamanan sertifikat rumah, apakah statusnya hak milik, sudah dipecah atau belum hingga bagaimana keamanan diperbankan. Jika persoalan developer dan sertifikat rumah sudah garanted aman, baru bisa melakukan traking ke perbankan.

“Hal-hal ini yang detail harus dipahami calon konsumen sebelum memutuskan membeli rumah baik secara cash maupun kredit,” katanya.

REI sendiri akan terus melakukan upaya perlindungan kepada konsumen terhadap para developer nakal. Pihaknya juga terus melakukan sosialisasi agar konsumen lebih hati-hati dan cerdas dalam memilih maupun menentukan mana-mana developer yang bertanggung jawab mengantisipasi masalah di kemudian hari.

“Kita terus sosialisasi agar konsumen lebih cerdas dalam memilih dan menggandeng developer yang baik untuk meminilisir persoalan dikemudian hari,” katanya.

Hingga kini, REI Sumsel telah membangun 11 ribu unit dan hampir 10 ribunya adalah rumah MBR yang telah dibangun pada beberapa kawasan di Sumsel, baik di Prabumulih, Lubuk Linggau, Muara enim, Banyuasin dan kawasan lainnya dan hampir 80 persen rumah MBR pembangunannya terpusat di Palembang pada beberapa kawasan, diantaranya Gandus, Talang Jambe, Talang Keramat, Jakabaring dan Mata Merah.

Sedangkan untuk 1.000 rumah dari jumlah tersebut adalah jenis rumah komersil yang tersebar di beberapa ruas wilayah di Palembang dan Zewwy meyakini market untuk rumah masih sangat baik hingga akhir tahun mendatang.

Makanya dia optimis, target pembangunan dari 15 ribu unit rumah bisa tercapai hingga dua bulan kedepan.

“Target kita hingga akhir tahun bisa terealisasi pembangunan 15 ribu unit, sekarang sudah di bangun 11 ribu, sisa sekitar 30 persen lagi optimis bisa kita capai, ” Katanya. (Why).