Asyik, Palembang punya dua Stasiun Charger Mobil-Motor Listrik

 

PALEMBANGBS, –– Gubernur Sumsel, Herman Deru mengungkap dua kendala masih enggannya warga Sumsel menggunakan mobil listrik, yakni bingung mencari tempat untuk mengecas atau charge dan harga mobil yang masih mahal.

“Kalau dapat diskon, kenapa tidak bahkan bisa saja nanti mobil dinas di Sumsel menggunakan listrik semua, ” ujar Gubernur Sumsel, Herman Deru di sela-sela kegiatan Peresmian Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Demang, Selasa (18/1/2022).

Dengan penambahan SPKLU, bisa memberikan angin segar bagi pengguna mobil listrik di Sumsel yang saat ini jumlahnya masih minim. Jika produsen kendaraan listrik, sebut Deru, sudah menemukan formula yang baik efisiensi harga jual bukan tidak mungkin, penggunanya akan semakin banyak. Bahkan dia berharap, kendaraan listrik bisa diperuntukkan untuk angkutan umum sehingga dampaknya bisa langsung dirasakan masyarakat.

“Bisa juga kendaraan dinas atau angkutan umum, sehingga kehadiran kendaraan listrik bisa dirasakan masyarakat luas,” tutup dia.

Seperti diketahui, Kementrian Perhubungan membuktikan kehandalan mobil listrik dengan melakukan perjalanan darat dari Jakarta-Jambi dengan jarak tempuh 826 Km.

Touring dimulai sejak Minggu 17/1/2022 dengan start dari Jakarta dan hari kedua sampai di Palembang dan baru sekali mengisi  listrik saat tiba di Palembang.

“Dua hari touring dari Jakarta sampai Palembang baru sekali charging dan akan lanjut lagi sampai jambi dengan estimasi sekali pengisian lagi di Sungai Lilin ,” kata salah satu peserta touring, Caca Tobing, yang juga menjabat Nasional Sales Division Head Nissan Indonesia.

Sejak dari Jakarta, dia mengisi full listrik sebesar 40 kwh dengan biaya Rp 57.888 dengan jarak tempuh sekitar 311 km.

Biaya ini, lanjut dia, jauh lebih murah dibandingkan menggunakan bahan bakar penuh, berisi 60 liter yang bisa dikalkulasi dengan harga BBM saat ini, capai Rp 540 ribu.

“Ini salah satu keunggulan yang sangat kami rasakan manfaatnya, sekarang tiba di palembang baru kita charge penuh lagi disini, ” katanya.

Sementara Direktur Sarana Transportasi Jalan Dirjen Perhubungan Darat dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Danto Listyawan menyebutkan, rencana mempercepat penggunaan kendaraan listrik sudah didukung Perpres nomor 55 tahun 2019.

Ia menerangkan, peralihan bahan bakar untuk kendaraan membawa kontribusi besar terhadap lingkungan dan memperbaiki kualitas udara.

“Ini juga kendaraan masa depan, mengingat mulai berkurangnya bahan bakar fosil,” beber dia.

Senada diungkapkan General Manager PT PLN (Persero) Wilayah Sumatra Selatan, Jambi dan Bengkulu yang baru, Bambang Dwiyanto mengatakan di Palembang saat ini ada yakni di kantor PLN jalan Kapten A Rivai dan PLN Demang Lebar Daun.

Ke depan dia berharap akan semakin banyak SPKLU lainnya sehingga bisa mendukung gerakan  ramah lingkungan penggunaan mobil listrik secara massal.

“PLN bersyukur adanya Pergub 26 2021 Desember tentang penggunaan KBLBB Kendaraan bermotor listrik berbasis batre sehingga mendorong upaya sosialisasi penggunaan mobil listrik,” kata Bambang.

Diketahui, sebelumnya SPKLU sudah berdiri di kantor PT PLN Wilayah Sumatra Selatan, Jambi, dan Bengkulu (WS2JB), Jalan Kapten A Rivai. Peresmian SPKLU sejalan dengan langkah Pemrpov Sumsel mengeluarkan Pergub nomor 25 tahun 2021 tentang Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB).

“Pergub ini menjadi dukungan bagi perluasan penggunaan kendaraan listrik di Sumsel, khususnya Palembang,” ungkapnya.

Menurut Bambang, energi listrik akan menggantikan energi terbarukan di masa mendatang. Energi listrik merupakan bahan bakar yang lebih hemat dibandingkan fosil. Bambang menyebutkan, biaya pengisian hanya sepertiga dari bahan bakar minyak saat ini.

“Kalau kendaraan minyak butuh 1 liter BBM untuk menempuh perjalanan 8 kilometer dengan biaya Rp10.000, maka kendaraan listrik hanya butuh biaya Rp2.450 dengan rincian 1 kWh untuk jarak 8 kilometer,” beber dia.

Bambang menjelaskan, biaya pengisian di SPKLU sebesar Rp2.450 per kwh. Untuk satu unit mobil, biasanya menghabiskan uang  sekitar Rp73.500, sebab kapasitas baterai mobil listrik umumnya mencapai 30 kwh. (dewi)