BENGKULU,BS – Kelompok nelayan Kota Bengkulu merasa kecewa atas sikap pemerintah yang minim memperhatikan kehidupan mereka dipesisir pantai.
Mui, salah seorang nelayan mengaku meski sudah memiliki kelompok nelayan sejak tahun 2014 lalu, namun sampai sekarang ini belum pernah memperoleh bantuan dari Pemerintah.
“Tidak ada pemberitahuan mengenai bantuan. Apa memang kami tidak dianggap sehingga, tidak terdata oleh pemerintah,” katanya.
Selama ini, untuk menyambung hidup, nelayan tradisional mencari ikan dengan mengunakan perahu/sampan berukuran 3 meter dan peralatan seadanya.
“Itupun hasil sendiri, jadi hasilnya pun kecil karena hanya mampu menjangkau perairan pesisir,” katanya.
JN, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Bengkulu, membenarkan nelayan yang mencari ikan di pinggiran, belum mendapatkan bantuan dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Bengkulu.
“Kita akan ajukan dan tanya apakah ada bantuan dari Pemerintah untuk para nelayan tradisional,” katanya.
Mereka ini, kelompok nelayan tradisional yang tepaksa mengintari pinggiran pantai, karena belum memiliki sarana yang memadai dan keseharian mengantungkan hidup dari alat tangkap seadanya.
Ikhsan, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM-SEGAI) sangat menyayangkan kondisi seperti ini dapat terjadi.
” Akan kami pertanyakan ke instansi terkait. Sebab, bantuan kepada nelayan ini jelas ada anggaranya,” katanya.(yap/vtr)
