Belum Bisa Gali PAD dari Kos – Kosan

PALEMBANG,BS – Menjadi kecamatan yang ke – 10 dihari ke lima penilaian keberhasilan kecamatan tahun 2017, Camat Seberang Ulu ( SU) II Muhammad Ichsanul Akmal tidak takut membuka kekurangan yang dapat mempengaruhi penilaian diwilayah yang dia pimpin.

Masih menjadi kawasan langganan banjir pada saat musim air pasang air sungai di tiap akhir tahun, kantor lurah yang ikut terendam pun menjadi transparansinya untuk mendapat masukan.

Termasuk tumbuh suburnya
rumah sewa atau kos-kosan di wilayahnya yang masih minim kontribusi untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) lantaran belum memilik payung hukum.

“Sejauh ini suburnya kos kosan kita hanya bisa melakukan pengawasan saja,” jelasnya,Senin (16/10/2017) didepan tim penilaian keberhasilan camat tahun 2017.

Diakuinya tumbuh subur kos kosan yang mencapai ratusan, sangat berpotensi untuk digali menjadi PAD.

“Kami sangat menyayangkan belum adanya payung hukum atau aturan baku terkait retribusi pajak rumah sewa atau kos kosan,” katanya.
Pria yang akrab disapa Akmal ini juga menerangkan, selama ini menjabat sebagai Camat SU II dari tahun 2013, dirinya melihat potensi keberadaan rumah sewa di wilayahnya.

“Kami selalu berpikir bagaimana mengelola agar kos-kosan di wilayah SU II ini dapat menjadi income dan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Palembang. Tapi sampai sekarang belum ada Peraturan Daerah (Perda) yang mengaturnya,” ulasnya.

Akmal mengungkapkan, perlu ada payung hukum yang dapat mengatur retirbusi kos-kosan, seperti yang aturan pajak hotel dan restoran.

Karena selama ini, pendapatan dari kos-kosan hanya oada tahapan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) bukan dari tahapan retribusi penghuni.

Padahal, selain income untuk menambah pendapatan daerah, aturan baku terhadap retribusi tersebut, bermanfaat untuk mendata penghuni rumah sewa yang mayoritas adalah pendatang.

“Selama ini kita tidak pernah tahu siapa penghuni kos-kosan. Apalagi, tidak pernah ada data yang diberian pemilik rumah sewa tersebut laporan keluar masuk penghuni kos. Hal itu menyebabkan pernah ada kejadian penangkapan salah satu terduga teroris di salah satu kos-kosan di kawasannya,” sampainya.(za)