BENGKULU UTARA,BS – Kincir angin tua dibelakang bangunan tua berdeketan dengan anak sungai Desa Lebong Tandai Kecamatan Napal Putih Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu terus berputar.
Kincir angin yang dibangun sejak zaman belanda di “ Batavia Kecil” sebutan warga setempat untum Desa Lebong Tandai ini satu satunya sebagai sarana pembangkit listrik.
Mirisnya, pesona alam yang miliki desa setempat ini hingga saat ini belum adanya listrik apalagi lampu jalan untuk penerangan pada malam hari untuk mencapai lokasi 32 Km dari pusat keramaian.
Untuk mencapai lokasi dibutuhkan ekstra kesabaran yang lebih, lantaran untuk mencapai sisa masa penjajahan Belanda tersebut hanya bisa mengunakan jalur Molek (Sejenis kereta kecil).
“Warga disini harus rela bergelapan pada malam hari, lantaran belum dialiri listrik,” kata Tarmizi toko pemuda setempat saat bercerita dengan beritasumatera, Rabu (14/3/2018).
Lagi- lagi infrastruktur jalan sebagai akses utama menuju desa tersebut belum tersentuh pengerasan jalan, sehingga menjadi kendala untuk menjangkau ke dalam desa.
“Sudah sangat lama warga disini menginginkan jalan yang bagus sehingga desa kami bisa sama seperti desa lainnya,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala PT PLN Kota Arga Makmur Kabupaten Bengkulu Utara Andriani mengatakan, sesuai dengan mottonya siap mengaliri listrik di seluruh nusantara.
Hanya saja, pihaknya kesulitan untuk menjangkau lokasi lantaran infrastruktur yang ada tidak memungkinkan untuk dilalui.
“Seharusnya ada kerja sama dengan Pemdanya untuk perbaikan jalan, sehingga memudahkan untuk menjangakaunya,” jelasnya.
Meski begitu, pihaknya akan tetap melakuka survey lokasi dengan Batavia kecil.
“Nanti akan ada bagian Listrik Desa (Lisdes) mereka akan analisa kelayakanya. Kalau aksesnya belum ada mau masuknya juga susah itu gimana,” jelasnya. (yapp)
