Dinas Kebudayaan Kota Palembang Gelar Sosialisasi Sekanak Kerihin

 

PALEMBANG,BS – Sebagai upaya untuk menghidupkan kembali kawasan Sekanak untuk menjadi salah satu ikon wisata budaya dan sejarah kota Palembang tempo dulu, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang mulai melakukan sosialiasasi pengenalan Sekanak Kawasan Bersejarah Kota Tua Sejak Masa Kesultanan Palembang Darussalam, Masa Kolonial Belanda hingga saat ini.

Sosialisasi yang digelar di Museum Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II yang juga merupakan salah satu cagar budaya, Selasa (11/12/2018) dihadiri warga sekitar kawasan Sekanak serta tokoh masyarakat sekitar.

Plt Kepala Dinas Kebudayaan Kota Palembang, Siti Emma Sumiatul mengungkapkan, adanya keinginan dari pemerintah dan dunia untuk menghidupkan kembali kawasan yang dulunya menjadi sejarah Kota Palembang salah satunya yakni kawasan Sekanak ini.

“Setelah diteliti, ya dikawasan Sekanak ini yang banyak bangunan bersejarahnya. Di Sekanak ini banyak bangunan tua yang menjadi bangunan cagar budaya, pergudangan, gedung Hok Tong, gedung Jacovson VanDerberg yang kesemuanya merupkaan peninggalan di era kesultanan Palembang Darussalam dan era kolonial Belanda,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, untuk menata kawasan Sekanak ini telah diatur dalam peraturan walikota (perwali) Sekanak Kehirin Nomor 16 Tahun 2017 tentang pengelolaan Kawasan Sekanak Kehirin.

Yang mana penataan meliputi perbaikan trotoar/pedestrian, selokan/drainase sepanjang jalan Depaten, renovasi bangunan bangunan cagar budaya, pemasangan penerangan jalan serta renovasi pasar Sekanak.

“Karena perwalinya sudah ada, harapan kita masyarakat sekitar dapat berpartisipasi ikut mewujudkan dan menghidupkan kembali kawasan ini,” tuturnya.

Ia menambahkan, akan banyak sekali keuntungan yang didapatkan masyarakat sekitar dengan ditetapkannya Sekanak Kehirin antara lain Palembang memiliki kawasan kota tua yang akan menjadi ikon Kota Palembang seperti yang ada di Jakarta dan Bandung, adanya pelestarian cagar budaya, menjadi penghubung transportasi Sungai Sekanak, tumbuhnya perekonomian masyarakat di sekitar kawasan Sekanak siang dan malam,

“Kawasan ini iuga akan menjadi salah satu tujuan destinasi wisata sejarah budaya kota Palembang, nantinya wisataean bisa lebih dekat lagi dengan warga sekitar dengan adanya aktivitas perekonomian masyarakat pagi dan malam,” tukasnya.

Sementara itu salah satu perwakilan warga sekitar, Cik Wawi menyambut baik akan dihidupkannya kembali kawasan Sekanak menjadi Sekanak Kehirin. Hanya saja ada beberapa hal yang harus diluruskan terlebih dahulu sebelum pemkot Palembang menghidupkan kembali kawasan ini.

“Agar wisatawan lebih dekat dengan masyarakat sekitar, ada baiknya pembangunan Kawasan Sekanak Kehirin ini diteruskan sampai ke Jalan Ki Gede Ing Suro Laut karena disana maauh banyak terdapat pemukiman masyarakat, sedangkan di sepanjang Sekanak tidak banyak lagi pemukiman warga,” imbuhnya.

Selain itu, Cik Wawi pun mengusulkan untuk mengingatkan kembali masyarakat akan sejarah Perang Lima Hari Lima Malam.

“Pada Peristiwa Perang Lima Hari Lima Malam, Sekanak merupakan daerah pertahanan ada baiknya untuk diperingati juga,” pungkasnya.(ria)