PALEMBANG,BS – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang merilis 624 warga Kota Palembang terkena Demam Berdarah Dengue (DBD) selama tahun 2018.
Paling banyak ada di Puskesmas Sukarame yang berjumlah 40 kasus, Kalidoni 39 kasus dan disusul Puskesmas 4 Ulu 35 kasus.
“Warga yang terjangkit DBD berada di wilayah yang padat penduduk dan lebih beresiko, walaupun wilayahnya bukan daerah rawa-rawa,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang, Letizia, melalui Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Yudhi Setiawan,Jumat (21/12/2018).
Ia menjelaskan, musim penghujan biasanya menjadi moment meningkatnya penyebaran virus (DBD) terutama terjadi di Januari dan Februari. Berdasarkan kasus yang terjadi di Rumah Sakit Charitas, RS Bari dan RSMH, pada Januari ada 54 kasus dan Februari 57 kasus.
“Maka tidak heran setiap tahun siklus peningkatan DBD selalu terjadi di Januari dan Februari,” tuturnya.
Untuk itu Letizia menjelaskan, masyarakat harus melakukan pencegahan melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) guna menghindari pertumbuhan jentik nyamuk aides aigepty.
“PSN ini dapat dilakukan dengan cara menyingkirkan atau mendaur ulang tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang jentik nyamuk seperti ban bekas, kaleng bekas yang harus didaur ulang atau disingkirkan, membersihkan tempat penampungan air, menutup rapat tempat penampungan air,” tuturnya.
Untuk menghindari DBD selain melakukan PSN, masyarakat juga diminta untuk menaruh bubuk abate di bak penampungan air dengan takaran satu sendok abate untuk satu drum air. Pencegahan sedini mungkin lantaran di Desember biasanya curah hujan cukup sering terjadi. Dimana saat banyaknya hujan seperti bulan ini, nyamuk sedang dalam proses bertelur.
Selain itu pula, masyarakat harus mewaspadai rumah kosong, karena berdasarkan sejumlah kasus, rumah kosong menjadi pemicu. Hal ini karena biasanya, bak air di rumah kosong tidak terperhatikan dan kerap menjadi sarang jentik nyamuk.
“Selain itu juga tempat proyek pembangunan, material sisa seperti drum air untuk pengecoran, seringkali dibiarkan terbuka dan banyak jentik nyamuknya, ini juga harus diperhatikan,” jelasnya pula. (ria)
