Banner Pemprov
Banner MUBA

Ratusan Warga Datangi Kantor Pemda

LAHAT. BS – Ratusan warga Desa Pagar Batu, Kecamatan Pulau Pinang, Lahat, Senin (11/03/19) menggelar aksi demo di halaman Pemkab Lahat. Aksi demo itu dipicu lantaran PT. Artha Pregel memperpanjang Hak Guna Usaha (HGU) seluas 180,36 hektar.

Kedatangan massa yang mengatasnamakan Forum Pemuda-Pemudi Pagar Batu dan Serikat Petani Pagar Batu ini, menuntut agar pihak PT Artha Prigel yang bergerak di bidang pertanian kelapa sawit, mengembalikan lahan milik mereka yang telah habis izin usahanya.

Koordinator aksi Febri (39), dalam orasinya mengatakan, bahwa izin usaha yang dimiliki oleh PT. Artha Prigel telah habis pada tahun 208 yang lalu. Maka dari itu dirinya meminta kepada pemerintah daerah agar menyabut Hak Guna Usaha (HGU) milik PT. Artha Prigel.

“Kami minta kepada Bupati Lahat Cik Ujang dan Hariyanto untuk mencabut HGU perusahaan itu dan kembalikan lahan kepada masyarakat Desa Pagar Batu,” terangnya.

Ada seluas 180,36 hektar lahan adat yang menurut mereka telah diolah dan ditanami seperti pohon kopi, karet, durian dan sawah oleh para orang tua mereka dahulu, namun diambil alih oleh PT. Artha Prigel pada tahun 1993 dengan ganti rugi secara tak adil.

“Pada 26 tahun yang lalu mereka (PT. Artha Prigel) masuk ke desa kami dan melakukan penggusuran pada malam hari tanpa ganti rugi yang jelas, dan banyak warga kami diintimidasi karena pada masa itu masa orde baru,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Lahat, H. Haryanto, SE, MM yang menemui para warga berjanji akan menyelsaikan persoalan ini. Jika nantinya HGU PT. Artha Pregel sudah habis lanjut Haryanto, seperti yang disampaikan warga, pihak PT Artha Pregel mau tidak mau harus mengembalikan lahat itu.

“Kita akan fasilitasi persoalan ini untuk mencari jalan keluarnya, agar kedua belah pihak tidak ada yang dirugikan,” tukas Haryanto.(Ite)