Diduga Sekwan Bengkulu Utara tidak transparan kerjasama dengan media

BENGKULU UTARA,BS – Sekretariat Dewan (Sekwan) Kabupaten Bengkulu Utara (BU) Provinsi Bengkulu diduga telah mengabaikan undang-undang keterbukaan Informasi Publik Nomor 14 Tahun 2008.

Pasalnya, di tahun 2019 kerjasama media yang diakomodir oleh Sekwan BU untuk media Online tidak sesuai dengan jumlah yang tertera dan beberapa media cetak online yang bisa bekerjasama.

Seperti yang diungkapkan salah satu petinggi media online di Kabupaten BU mencatat ada 29 media yang diikat dalam bentuk kerjasama, nyatanya hanya 18 media online yang bisa dapat kerjasama.

“Apa yang kita tulis itu sesuai dengan data yang diberikan oleh pihak sekretariat dewan melalui PPID Utama Bengkulu Utara, Karena pihak kita meminta sesuai prosedur dan sesuai legalitas,” ujar Beni salah satu pimpinan media online di BU, Rabu (16/10/2019).

Data yang diperoleh ini, katanya ada kejanggalan setelah Sekwan memberikan data ke pihak PPID Utama yakni Dinas Kominfo Bengkulu Utara, jika memang tidak benar kenapa data itu diberikan kepada pihaknya.

“Kalau data yang diberikan oleh pihak sekretariat dewan itu tidak benar kenapa ada cap dan ditanda tangani. Kemudian juga, bila data yang diberikan oleh pihak sekretariat tidak benar sama saja dengan mempermainkan aturan yang ada dan itu sama saja pembohongan publik. Kita bakal tindak lanjuti hal ini,” tutup Beni.(Eren)