Belum genap setahun, Feeder LRT mogok operasional

 

PALEMBANG,BS – Lima rute angkutan Feeder LRT Musi Palembang yang melayani rute baru belum genap setahun beroperasional kini mogok operasional.

Mogok operasional ini disebabkan selama tiga bulan terhitung Juni, Juli dan Agustus belum dilakukan pembayaran uang jasa dari Balai Kereta Api Ringan Sumatera Selatan (BKARSS).

Direktur Utama PT TGM Suhanto mengatakan, ada lina rute yang tidak melayani angkutan seperti biasa,yakni,  angkutan feeder LRT Musi Palembang  Koridor 3 (Asrama Haji – Talang Betutu), Koridor 4 (Stasiun Polrestabes – Perumahan OPI), Koridor 5 (Stasiun DJKA – Tegal Binangun), Koridor 6 (Stasiun RSUD-Sukawinatan), dan Koridor 7 (Bukit – Stadion Kamboja via Stasiun Sriwijaya).

“Berhentinya beroperasi (mogok) Feeder LRT Musi Emas di sebabkan belum menerima jasa selama tiga bulan terakhir dan kontrak kerjasama berakhir sampai dengan 31 Agustus 2023 dari pihak Balai Kereta Api Ringan Sumatera Selatan (BKARSS),” katanya Jumat (1/9/2023).

Terkait MOU ini, pihak TGM meminta kejelasan  MoU terlebih dahulu antara PT TGM dan Pihak Balai Kereta Api Ringan Sumatera Selatan agar tetap beroperasi kembali seperti biasanya.

“Ya kita ingin kejelasan dengan mereka, kalau hari ini ada jawaban kita langsung beroperasi kembali,”ujarnya

Karena, berhentinya beroperasi Feeder LRT Musi Emas ini akan sangat berdampak ke masyarakat umum. Ribuan penumpang akan terlantar.

“Setiap hari penumpang kita 4 ribu lebih penumpang, nah mereka ini terlantar yang sekolah akan terlambat, yang bekerja akan terlambat,”ucapnya

Ini sangat mendadak, jelas dia, sampai saat mereka belum memberikan kepastian hukum ke PT TGM. Padahal, Pramudi sudah siap bekerja tapi tidak bisa beroperasi.

“Karena ini sifatnya dadakan jadi kita tidak sempat melakukan sosialisasi ke masyarakat,”jelasnya

Kendati demikian, Pihaknya menerjunkan Tim untuk melakukan sosialisasi agar penumpang tidak terjadi penumpukan dan berlama-lama menunggu.

“Untuk menghindari penumpang menunggu,kita menurunkan tim bahwa hari ini sampai waktu belum ditentukan kita stop sementara beroperasi,”imbuhnya.

Ia menuturkan, pihaknya bersama Pramudi berencana akan silaturahmi ke Balai Kereta Api Ringan Sumatera Selatan (BKASS) untuk menantikan kejelasan payung hukumnya.

“Siang ini kita berencana akan silaturahmi ke LRT, karena akan berdampak ke Sopir, jadi mereka (Pramudi) mendengar langsung kejelasan dari pihak balai,”tuturnya

Ia berharap agar kedepannya tidak terjadi lagi hal seperti ini, pihaknya mendapatkan jawaban dari pihak balai agar Feeder beroperasi seperti biasa.

“Kita berharap agar permasalahan seperti ini segera terselesaikan dengan baik,”harapnya

Untuk Diketahui, Dua Koridor Feeder LRT Musi Emas Koridor 1 dan Koridor 2 tetap beroperasi seperti biasanya.

Sampai berita ini diterbitkan belum mendapatkan konfirmasi dari Balai Kreta api Ringan.(za)