Jelang Libur Sekolah, Sejumlah Destinasi Andalan di Gunung Dempo Terpaksa Berhenti Beroperasi

Laporan : Delta Handoko

 

KOTA PAGAR ALAM, BS — Sejumlah objek wisata yang ada di Kawasan Gunung Dempo dan berada di lahan HGU PTPN Regional VII ditutup sementara akibat regulasi dan izin.

 

Diprediksi, hal ini akan berpengaruh dengan kunjungan wisatawan ke Kota Pagar Alam yang dikenal sebagai Destinasi wisata, terlebih menjelang libur panjang tahun ajaran baru mendatang, yang sudah tentu menjadi momen kebangkitan wisata Pagar Alam.

 

Ketua Desa Wisata Gunung Dempo, Wawan Alamsyah, dalam press relesnya membenarkan jika saat ini destinasi wisata yang ada di kawasan Gunung Dempo yang menggunakan lahan milik PTPN 7 ditutup sementara.

 

“Dengan penuh kesadaran dan rasa haru, kami dari pengelola desa wisata di kawasan Gunung Dempo menyampaikan bahwa destinasi wisata ini untuk sementara waktu ditutup. Keputusan ini bukanlah yang kami inginkan. Selama ini kami bersama pihak HGU PT Perkebunan Nusantara I Regional 7 telah berupaya mengembangkan pariwisata dan memberdayakan masyarakat lokal melalui wisata berbasis komunitas,” ujarnya.

 

Namun, Kata dia, terkait regulasi dan perizinan yang berdampak pada keberlangsungan pengelolaan. Pihaknya memahami tempat ini bukan sekadar destinasi wisata, tetapi juga ruang kenangan dan kehidupan masyarakat.

 

“Kawasan Gunung Dempo sendiri telah menjadi daya tarik utama di Sumatera Selatan dan mulai dikenal secara nasional. Kami juga terus memperjuangkan potensi ini di Kementerian Pariwisata Republik Indonesia agar dapat berkembang lebih luas,” katanya.

 

Dijelaskannya, penutupan sementara ini dilakukan demi kebaikan bersama dan keberlanjutan ke depan.

 

“Kami berterima kasih kepada seluruh sobat wisata, serta kepada Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan, PT Perkebunan Nusantara I Regional 7, dan Pagar Alam melalui Dinas Pariwisata Kota Pagar Alam atas dukungannya,” jelasnya.

 

“Kami berharap masyarakat Gunung Dempo tetap menjadi bagian utama dalam pengelolaan potensi wisata ke depan. Bagi kami, Gunung Dempo adalah ruang hidup, identitas, dan warisan yang harus dijaga bersama,”imbuhnya.

 

Informasi yang dihimpun, objek wisata yang ditutup sementara meliputi Bukit Tungguan, Nature High Villa, Kebelben Res Area.

 

Sedangkan objek wisata yang ditutup total diantaranya, Kebun Strawberry Desa Planting, Home Satu Wabisabi Kampung IV dan Tanaman Lahan Pertanian Semusim.