Cium Bau Kecurangan, Kadus Gugat Pansel
BENGKULU UTARA,BS – Pemilihan perangkat Desa Tepi Laut Kecamatan Air Napal Kabupaten Bengkulu Utara tampaknya tak berjalan mulus.
Pasalnya, salah satu calon perangkat desa atas nama M.Haris (37) yang ikut seleksi untuk posisi kadun II Desa Tepi Laut menggugat panitia seleksi (Pansel) yang meloloskan peserta lain atas nama Woro Bagus Satrio yang berkas persyaratannya kurang hal inilah yang menjadi pertanyaan. Diduga, hal ini terjadi karena Woro Bagus Satrio merupakan anak dari salah satu anggota tim panitia seleksi (Pansel) Desa Tepi laut.
Haris (37) dikonfirmasi awak media, minggu (2/8/2017) membenarkan hal tersebut. Bahkan surat gugatan tersebut sudah dilayangkan tanggal 28 Juli 2017 kepada panitia seleksi, BPD, kades, camat bahkan pihak DPMPD Bengkulu Utara dan belum mendapatkan jawaban.
“Surat gugatannya sudah saya berikan. Yang saya pertanyakan kenapa pansel perangkat desa bisa meloloskan peserta lain yang syaratnya kurang untuk mengikuti seleksi selanjutnya. Padahal ketentuan persyaratannya itu sudah ditetapkan dan ditempel disetiap warung di desa. Kok bisa seperti ini tidak lengkap bisa diloloskan,” ungkap Haris.
Lebih lanjut dijelaskan Haris, memang sebelumnya tim pansel memanggil calon peserta tes dan mengatakan beberapa orang syaratnya belum lengkap dan memberikan batas waktu sampai tanggal 25 Juli 2017 pukul 24.00 WIB untuk melengkapi berkas.
“Memang kemarin itu, peserta seleksi dipanggil oleh tim pansel dan menjelaskan ada peserta yang kurang salah satunyo Woro Bagus Satrio yang tidak melampirkan ijazah SD sampai SMA, hanya tanda kelulusan saja untuk ijazah SMA. Yang syaratnya kurang kemarin untuk melengkapi lagi sampai tanggal 25 Juli 2017 sampai pukul 24.00 WIB. Nyatanya ketika tes tertulis, wawancara dan komputer mereka bisa mengikutinya,” jelasnya.
Diterangkannya, bila sebelum tes tersebut dirinya mengahadap pansel perangkat desa dan melihat kelengkapkan berkas peserta lain yang ternyata juga masih tidak dilengkapi. Bahkan dirinya sendiri sempat memfoto berkas kelengkapan peserta lainnya dihandphonenya.
“Saya sempat memperdebatkannya kemarin. Bahkan saya sempat memfoto berkas peserta lainnya yang tidak lengkap itu. Seharusnya timsel mencoretnya dan bila peserta tes tidak cukup diadakan penjaringan seleksi ulang. Kalau memang dia (Woro.red) lengkap saya tidak jadi persoalkan asalkan sesuai dengan ketentuan yang sudah ditetapkan. Kalau memang masih juga diloloskan dan tidak ditanggapi saya bakal menyurati pemda Bengkulu Utara,” tandasnya. (eren).
