Jalan Lintas Kabupaten Nyaris Putus, Warga Kesulitan Bawa Hasil Kebun
BENGKULU,BS – Hujan deras yang melanda Provinsi Bengkulu belakangan waktu terakhir membuat debit air di Sungai Air Lais meningkat.
Derasnya aliran sungai ini membuat talud penahan badan jalan amblas yang mengakibatkan jalan yang yang menghubungkan Desa Jago Bayo dan Simpang Empat Kecamatan Lais, Kabupaten Bengkulu Utara, nyaris terputus.
Akibatnya, warga Desa Jago Bayo kesulitan untuk membawa hasil kebunya menuju Kabupaten Bengkulu Utara, adapun jalan alternatif lainya warga harus memutar dan memakan waktu cukup jauh.
“Sudah sekitar satu minggu terakhir warga khususnya kendaraan roda empat tidak bisa melintas,” kata Rinaldi Irawan, Wakil Ketua Aliansi Indonesia, Badan Penelitian Aset Negara (BPAN) DPC Kota Bengkulu, Rabu (11/10).
Parahnya lagi, jalan alternatif yang ada justru dilintasi kendaraan-kendaraan bertonase berat. Sehingga kondisi jalan menjadi rusak karena volume kendaraan yang melintas melebihi daya tahan jalan.
Menurutnya, mobil yang bermuatan berat seharusnya harus memutar ke arah Simpang 4 Desa Gunung Selan, karena jalan desa yang dilewati sekarang ini tidak sesuai dengan kapasitas muatan.
Geram akibat hal itu, warga di lokasi tersebut pun akhirnya menutup akses jalan alternatif tersebut dengan portal.
“Banyak truck yang bermuatan berat melintas dijalan artenatif desa dan bukan memang kapasitasnya. Otomatis jalan alternatif akan rusak dan negara akan di rugikan,” katanya.
Oleh karena itu, pihaknya meminta Pemkab melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Bengkulu Utara, harus melakukan penyetopan terhadap truck yang melewati jalan artenatif sebagai penghubung antara Desa Jago Bayo dan Pal 30 Kecamatan Lais tersebut.
“Kalau dibiarkan seperti itu terus, bisa-bisa jalan desa hancur,” terangnya.(yab)
