Saham PT Pulau Subur Naik Lebih dari 100 Persen Hingga Kena Suspen BEI
Palembang – Saham PT Pulau Subur naik tajam lebih dari 100 persen pada awal Februari membuat Bursa Efek Indonesia (BEI) kemudian memberikan suspensi satu hari untuk meredam harga saham di pasaran.
Dampak dari suspensi itu kemudian membuat harga saham perusahaan yang bergerak di bidang kelapa sawit itu kemudian kembali melandai dan kembali ke harga semula.
Sekretaris Perusahaan Pulau Subur, Liawan Kristianto mengatakan, suspensi dilakukan anya satu hari saja karena kenaikan harga saham yang melonjak drastis tersebut sehingga BEI memberikan hak pemantauan untuk membuat harga saham kembali normal.
“Tidak ada pelanggaran yang dilakukan perseroan namun karena harga saham melonjak naik sehingga diberi suspensi satu hari pada 12 Februari dan besoknya 13 Februari sudah dibuka kembali,” ujarnya saat public expose online, Jumat (16/2/2024).
Liawan menjelaskan terkait kejadian Unusual Market Activity (UMA) dan suspensi berdasarkan surat pengumuman Bursa No Peng-SPT-00012/BEI.WAS/02-2024 tanggal 12 Februari 2024, telah terjadi kenaikan harga saham PTPS secara signifikan pada perdagangan tanggal 2,5, 6 dan 7 Februari 2024 secara berturut-
turut.
Harga saham pada akhir Januari diharga di bawah Rp 200 dan pada 2,5, 6 dan 7 Februari harga saham naik tajam Rp 400.
Dia mengatakan perseroan beserta jajaran Direksi dan Dewan Komisaris tidak mengetahui, tidak juga menerima, mendengar maupun membaca informasi yang beredar sebagai rumor tentang Perseroan maupun terhadap personilnya, yang beredar di media massa.
“Kemungkinan adanya pengaruh dari fenomena ‘January Effect’ yaitu, optimisme investor terhadap prospek emiten di tahun baru dan kenaikan harga saham murni karena mekanisme pasar,” jelasnya.
Sementara itu dari sisi strategi pertumbuhan bisnis, perseroan juga berencana mengembangkan luasan kebun tahun ini dengan target 300-500 hektare.
Namun saat ini rencana itu masih akan disesuaikan dengan ketersediaan lahan karena masih mencari lokasi yang tepat juga kemungkinan menggandeng mitra yakni plasma untuk perluasan lahan.
“Kita cari dulu lahan yang pas karena belum fix lokasinya dimana sampai saat ini,” tutupnya.(fie)
