Puncak HUT Bank Sumsel Babel ke 67 Tahun, Pj Gubernur Sumsel Resmikan Mesjid Babusalam Sabil Barokah
PALEMBANG,BS– Bank Sumsel Babel merayakan Hut ke 67 dengan beragam kegiatan. Mulai dari santunan kepada anak panti asuhan, khataman alquran, tausyiah agama dan puncaknya peresmian mesjid Babusalam Sabil Barokah (BSB) di komplek Gedung Bank Sumsel Babel pada Kamis Siang (6/10/2024).
Sebelum peresmikan Masjid Babusalam Sabil Barokah (BSB), digelar salat berjamaah perdana. Sementara itu peletakan batu pertama mesjid tersebut dilakukan oleh mantan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin.
Achmad Syamsudin, Masjid Babusalam Sabil Barokah, yang berarti “pintu gerbang menuju jalan berkah,” dibangun dengan desain unik tanpa kubah, melainkan dengan atap berbentuk tanjak sebagai simbol penghormatan kepada tanah tempat pihaknya beroperasi.
Pada kesempatan ini, Bank Sumsel Babel juga memberikan santunan kepada 68 panti asuhan, yang tersebar di Palembang, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Jakarta, dengan total 2.000 anak panti yang menerima bantuan.
Masih kata Achmad Syamsudin, di usia 67 tahun Bank Sumsel Babel sudah melakukan perjalanan panjang yang penuh tantangan dan peluang yang banyak.
“Kami sudah mengalami banyak kemajuan, namun dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah daerah maupun para nasabah, tetap sangat dibutuhkan. Terutama di tengah pesatnya perkembangan digitalisasi saat ini, kami berharap bisa bermitra dan bertumbuh bersama,” harapnya.
Menurutnya, usia yang semakin matang membawa banyak pencapaian, baik dari sisi modal, laba, maupun dana pihak ketiga.
Meski begitu, Bank Sumsel Babel tidak akan berpuas diri dan akan terus berinovasi untuk mendukung pembangunan daerah. “Kami menjalankan tiga pilar utama yakni proses bisnis, program digital, dan people,” jelas Achmad.
Sementara Pj Gubernur Sumatera Selatan, Elen Setiadi, yang hadir dalam peresmian masjid, mengapresiasi langkah BSB dalam memadukan keseimbangan antara duniawi dan spiritual.
Diakui Ellen, masjid ini dapat menjadi sumber untuk meraih ridho Allah SWT dan membangun keseimbangan hidup, dimana peran bank diibaratkan sebagai aliran darah bagi perekonomian.
“Jika aliran darah lancar, tubuh akan sehat dan penuh energi. Begitu pula dengan bank, yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan pekerjaan demi kesejahteraan masyarakat,”harapnya.(fie)
