Kondisi Jenazah Hangus, Tim DVI Polda Sumsel Kirim Sampel DNA Korban Bus ALS ke Mabes Polri

Laporan: Uci

 

KOTA PALEMBANG, BS — Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumatera Selatan bersama Mabes Polri masih mengalami kesulitan dalam proses identifikasi 16 jenazah korban kecelakaan maut Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) yang terbakar di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

 

Sulitnya proses identifikasi disebabkan kondisi jenazah yang hangus terbakar usai insiden kecelakaan tersebut. Untuk memastikan identitas korban, petugas memutuskan mengirimkan sampel DNA ke Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri.

 

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Moh Hasan Palembang Kombes Pol Budi Santoso mengatakan sebagian besar tubuh korban mengalami kerusakan parah akibat terbakar.

 

“Korban mengalami luka bakar hampir 99 persen. Beberapa bagian tulang dan gigi juga sudah rusak sehingga menyulitkan proses identifikasi,” ujar Budi dalam konferensi pers, pada Kamis (07/05/2026).

 

Menurut dia, tim DVI saat ini masih melakukan pemilahan terhadap sampel yang dinilai paling memungkinkan untuk dilakukan pemeriksaan DNA.

 

“Kami memilih sampel terbaik untuk dikirim ke Labfor Mabes Polri agar hasil identifikasi lebih akurat,” kata Budi.

 

Budi menambahkan proses identifikasi tersebut penting dilakukan sebelum jenazah diserahkan kepada keluarga masing-masing korban.

 

Ia menyebut hasil pemeriksaan DNA diperkirakan keluar dalam waktu paling cepat lima hari hingga dua pekan.

 

“Mohon doa agar proses identifikasi berjalan lancar,” tutup Budi.