Kloter Perdana Tiba Besok, Kakanwil Kemenhaj Sumsel Minta Keluarga Tak Jemput Jemaah ke Asrama

Laporan: Tia

 

KOTA PALEMBANG, BS — Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Palembang melakukan pengecekan akhir dan finalisasi skenario penyambutan di aula Asrama Haji Palembang pada Senin (01/06/2026).

 

Langkah ini dilakukan guna memastikan seluruh proses kepulangan jemaah haji tahun 1447 H / 2026 M dapat terlaksana secara tertib, aman, dan tanpa hambatan teknis di lapangan.

 

“Kami mengimbau dengan sangat agar keluarga jemaah tidak menjemput langsung ke Asrama Haji Sumsel. Kebijakan ini diambil demi kenyamanan bersama, menghindari kemacetan parah, serta mencegah kepadatan massa di dalam maupun di luar area asrama,” ujar Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Selatan, M Arkan Nurwahiddin.

 

Arkan menjelaskan bahwa berdasarkan jadwal resmi, jemaah haji kloter satu (1) akan lepas landas dari Bandara Jeddah hari ini.

 

Rombongan perdana tersebut diperkirakan mendarat di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang pada Selasa (02/06/2026) pagi.

 

Guna mengantisipasi dinamika saat kedatangan, PPIH telah menyusun alur penjemputan detail melalui sinergi lintas instansi.

 

Pihak TNI dan Polri telah menyatakan kesiapan penuh untuk melakukan pengawalan ketat di sepanjang jalur kepulangan jemaah menuju titik akhir.

 

Selain itu, koordinasi intensif juga dilakukan dengan maskapai Saudia Airlines dan PT Angkasa Pura untuk mempercepat teknis penurunan jemaah serta manajemen bagasi.

 

Pihak Imigrasi pun memastikan proses pemeriksaan dokumen paspor akan dilakukan secara cepat dan efisien sesaat setelah pesawat mendarat.

 

M Arkan Nurwahiddin menambahkan bahwa koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota di seluruh wilayah Sumatera Selatan telah rampung sepenuhnya.

 

Melalui persiapan matang ini, PPIH berkomitmen memberikan pelayanan terbaik demi mewujudkan suasana penyambutan jemaah yang mabrur, khidmat, dan nyaman bagi semua pihak.

 

“Pihak keluarga diminta untuk standby dan menjemput jemaah di titik-titik lokasi (drop zone) yang telah ditentukan oleh pemerintah daerah atau KBIHU masing-masing,” pungkasnya.