Terungkap, Kerangka Manusia di Sungai Kotok Ternyata Korban Pembunuhan

BENGKULU UTARA,BS – Teka teki penemuan kerangka manusia di Sungai Air Kotok Desa Tanah Hitam Kecamatan Padang Jaya Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu Januari 2018 lalu, akhirnya terungkap. Ternyata kerangka manusia tersebut merupakan korban pembunuhan.

Hal ini terungkap setelah jajaran Polres Bengkulu Utara melakukan penyelidikan secara mendalam lantaran ada hal yang mencurigakan saat kerangka tulang berjenis kelamin wanita tersebut ditemukan.

Dari hasil penyelidikan terungkap kerangka manusia yang pertama kali ditemukan oleh Wario (warga) yang sedang mencari rumput.
Ternyata kerangka manusia tersebut adalah Lilik Rahayu (40) warga Desa Tanah Tinggi Kecamatan Padang Jaya Bengkulu Utara.

“Setelah warga melaporkan adanya temuan kerangka manusia, kita langsung melakukan penyelidikan,” jelas AKP. Jufri, S.IK Kasat Reskrim Polres Bengkulu Utara, Sabtu (10/3/2018).

Kronologisnya, diterangkan Jufri bermula saat korban pulang kerumahnya yang diantar Anzahuri suami sirih korban untuk menemui Nagtiman (47) yang tercatat masih suami korban.

Kedatangan Lilik menemui Nagtiman untuk meminta uang Rp 1 juta untuk kebutuhan mengurus surat cerai.

Malangnya, bukan uang dan surat cerai yang diterima, Lilik harus juga kehilangan nyawa saat tengah berada di belakang rumah untuk buang air kecil usai berbincang dengan pelaku yang sudah tersulut emosi pukul 22.00 wib.

Saat korban berada di belakang rumah tengah posisi jongkok buang air kecil pelaku melancarkan serangan dengan memukul kepala korban hingga tersungkur dan langsung mencekik leher korban.

Mengetahui korban sudah tidak bernyawa lagi, pelaku mulai menyusun rencana. Esoknya sembari berjalan kaki, pelaku membawa tubuh korban ke Sungai Air Kotok dengan cara mengikat tubuh korban dengan tali yang disiapkan pelaku agar saat banjir tubuh korban tenggelam di sungai.

“Kita juga sudah mengamankan barang bukti termasuk mengamankan pelakunya, dan pihak kita masih melakukan pendalaman kasus tersebut, apakah ada orang lain yang terlibat,” jelas Jufri. ( yapp)