Dimiati Rais: Perempuan Jadi Pemimpin Perang, Walikota, DPRD, Presiden Sah Sah Saja
PAGARALAM,BS – Ketua DPD Muhammadiyah Kota Pagaralam Dimiati Rais menepis fatwa larangan kaum hawa menjadi seorang pemimpin.
Menurut tokoh masyarakat ini, masyarakat diminta memilih Walikota Pagaralam berdasarkan hati nurani dan tidak terpengaruh adanya fatwa yang melarang perempuan menjadi pemimpin.
“Ajaran Islam , wanita hanya boleh jadi makmum diantara laki-laki dengan artian tidak boleh menjadi imam. Akan tetapi, wanita menjadi pemimpin perang, walikota, anggota dewan dan presiden serta lainnya, boleh-boleh saja dan Ini diatur dalam undang-undang, hak untuk menjadi walikota dilindungi Pancasila dan UUD 1945,” katanya, saat turut menghadiri kampanye dialogis, pasangan calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Pagaralam Ida Fitriati dan Armasnyah, Minggu ( 13/5/2018) Gunung Agung Lama Kecamatan Dempo Utara Kota Pagaralam.
Bahkan, katanya bangsa ini sendiri pernah di pimpin oleh presiden perempuam yakni Megawati Soekarno Putri.
“ Jangan terpancing isu wanita tidak boleh menjadi pemimpin. Banyak pemimpin wanita yang berhasil memajukan daerahnya,” tegasnya.
Nah di Kota Pagaralam sendiri, saat di pimpin Walikota Pagaralam Ida Fitriati pada saat itu, katanya kemajuan pembangunan Kota Pagaralam nampak dengan jelas.
Untuk itu, sambungnya sangat layak kalau Ida kembali ingin maju di Pilkada ini.
“Saya ingin melihat Kota Pagaralam kembali dipimpin dr Hj Ida Fitriati Basjuni maju pesat. Untuk itulah, mari bersatupadu untuk mendukungnya,” jelasnya. (aceng)
