Pengusaha Properti Optimis Bangkit Semester II
PALEMBANG,BS – Pelonggaran aturan kredit properti dari Bank Indonesia (BI) membawa angin segar bagi bisnis di sektor properti. Pengusaha property pun optimis bangkit di Sementer II, demikian dikatakan Pengamat Properti Palembang Novrizal Handoko.
“Pelonggaran aturan ini diharapkan akan mempermudah masyarakat pembeli rumah pertama (first time buyer) untuk memilikihunian melalui fasilitas kredit pemilikan rumah (KPR),” katanya, Senin (9/7/2018).
Dijelaskan di Semester II ini diperkirakan akan ada perubahan signifikan yang dilakukan oleh pengusaha properti, termasuk di Sumsel. Apalagi, pada Semester ke-II 2018 ini pasar properti diyakini akan mulai bergerak signifikan. Selain karena masa-masa pilkada yang sudah selesai dan juga tahun ajaran baru sekolah sudah selesai.
“Dengan adanya pelonggaran dalam skema dan aturan kredit sangat diyakini akan membantu bergeraknya lagi pasar properti khususnya pada segmen kommersil. Karena dengan bergeraknya pasar properti pada segmen Rumah subsidi tidak bisa menjadi barometer sesungguhnya,” katanya.
Persisnya, secara umum BI mengatur Rasio LTV untuk kredit properti (KP) dan rasio FTV untuk pembiayaan properti (PP) untuk fasilitas pertama, kedua, dan seterusnya dilonggarkan sehingga rasionya menjadi sebagai berikut.
Tidak hanya itu, melonggarkan jumlah fasilitas kredit/ pembiayaan melalui mekanisme inden menjadi maksimal lima fasilitas tanpa melihat urutan.
Selain itu, menyesuaikan pengaturan tahapan dan besaran pencairan kredit/ pembiayaan properti inden menjadi sebagai berikut.
Dikatakan Novrizal, ketika bicara segmen properti komersial, maka banyak lagi hal yang menjadi pertimbangan kosumen termasuk juga capital gain, investasi dan kebutuhan lainya lainnya.
“Konsumen saat ini sudah banyak yang cerdas, membeli properti saat ini lebih cenderung pada invetasi masa mendatang,” kata Pengembang Kenten Park View ini.
Bukan hanya itu, sektor properti juga dapat membangkit sub bidang lainnya agency, advertising, material dan sektor lainnya, sehingga ketika banyak yang membeli rumah maka akan diikuti sektor lainnya yang potensial.
Novrizal memberikan gambaran, inovoasi yang dilakukan pengembang nantinya akan mendorong sektor properti bergerak lebih cepat. Untuk saat ini seperti di Kenten Park View responnya cukup baik.
“Saya pribadi ingin agar masyarakat yang sudah berniat membeli rumah, untuk segeralah membeli, sebab ini adalah waktu yang tepat, sebab jika sudah 2019 diperkirakan harga jual sudah naik,” katanya.
Belum lagi soal inflasi, kenaikan harga material, hingga NJOP tanah yang diperkirakan akan mendorong harga properti lebih mahal lagi. “Pembeli seharusnya menyadari, saat ini adalah waktu yang tepat berinvestasi, sebab makin pesatnya pembangunan di suatu daerah, juga akan membuat harga semakin tinggi,” katanya. (one)
