Selama Ramadhan 1447 H, Disdik Palembang Kawal Ketat MBG

Laporan: Hasan Basri

 

KOTA PALEMBANG, BSDi tengah suasana Ramadhan 1447 Hijriah, Dinas Pendidikan Kota Palembang memastikan dua hal berjalan beriringan,kualitas pembelajaran tetap terjaga dan kebutuhan gizi siswa tidak terabaikan. Untuk itu, dinas setempat membentuk tim khusus guna memantau secara ketat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh sekolah.

 

Langkah ini bukan sekadar administratif. Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Affan Prapanca, menegaskan bahwa pengawasan dilakukan setiap hari untuk memastikan makanan yang diterima siswa memenuhi standar gizi, aman dikonsumsi, dan didistribusikan tepat waktu.

 

“Program MBG tetap berjalan seperti biasa selama Ramadhan. Kami membentuk tim pemantau agar pelaksanaannya tertib, terukur, dan diawasi secara ketat. Kualitas dan keamanan konsumsi siswa menjadi prioritas,” ujarnya.

 

Menurut Affan, bulan Ramadhan tidak boleh menjadi alasan menurunnya kualitas layanan pendidikan maupun layanan pendukung seperti asupan gizi. Justru di bulan penuh ibadah ini, keseimbangan antara capaian akademik dan penguatan nilai spiritual harus dijaga secara proporsional.

 

Karena itu, Disdik Palembang juga melakukan penyesuaian jam belajar. Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 420/0404/Disdik-I/2026 tentang Pelaksanaan Pembelajaran Selama Bulan Suci Ramadhan. Dalam aturan itu, setiap jam pelajaran di jenjang TK, SD, dan SMP dikurangi 10 menit dari durasi normal.

 

Dengan pengurangan tersebut, siswa dapat pulang lebih awal dibanding hari biasa. Kebijakan ini berlaku mulai 23 Februari hingga 14 Maret 2026, dengan kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan di sekolah masing-masing.

 

Affan menegaskan, penyesuaian waktu belajar dilakukan untuk menjaga kondisi fisik dan konsentrasi siswa yang menjalankan ibadah puasa. Meski durasi dipangkas, sekolah diminta tetap memastikan seluruh materi pembelajaran tersampaikan secara efektif dan tidak mengurangi substansi kurikulum.

 

“Kami ingin anak-anak tetap fokus belajar tanpa terbebani kondisi fisik saat berpuasa. Namun kualitas pembelajaran tidak boleh turun. Sekolah harus mampu mengelola waktu secara efisien.

 

Pembentukan tim pemantau MBG dan penyesuaian jam belajar ini menjadi bagian dari strategi komprehensif Disdik Palembang dalam mengelola pendidikan selama Ramadhan.Pengawasan dilakukan menyeluruh, mulai dari kualitas makanan, kebersihan penyajian, hingga ketepatan distribusi di setiap satuan pendidikan,” katanya.

 

Ia menambahkan, Disdik berharap, dengan pengawasan intensif dan kebijakan yang adaptif, siswa tetap mendapatkan asupan gizi yang layak sekaligus suasana belajar yang kondusif.

 

“Ramadhan, bagi dunia pendidikan di Palembang, bukan hanya momentum spiritual, tetapi juga ujian konsistensi dalam menjaga mutu layanan publik.

 

Dengan langkah tegas ini, Disdik Kota Palembang menegaskan komitmennya, pendidikan yang berkualitas harus berjalan seiring dengan perhatian terhadap kesehatan dan kesejahteraan peserta didik,” pungkasnya.