Diduga Gantung Diri, Keluarga Petani di OKU Selatan Tolak Proses Autopsi

Laporan: Uci

 

OKU SELATAN, BS – Seorang petani berinisial S (65), warga Desa Sukarena, Kecamatan Tiga Dihaji, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKU Selatan), ditemukan meninggal dunia di area perkebunan kopi setelah sempat dilaporkan hilang selama dua hari.

 

Korban sebelumnya diketahui tidak kembali ke rumah sejak Sabtu (18/07/2026). Setelah menerima laporan dari pemerintah desa terkait penemuan jasad korban, personel Polsek Buay Sandang Aji langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan area, serta mengevakuasi korban bersama tim medis dari Puskesmas Peninggiran.

 

Kapolres OKU Selatan AKBP I Made Redi Hartana mengatakan hasil pemeriksaan awal tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

 

“Petugas medis telah melakukan pemeriksaan luar dan tidak menemukan indikasi kekerasan. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara serta keterangan para saksi, korban diduga meninggal dunia akibat gantung diri,” ujar I Made, pada Senin (20/07/2026).

 

Polisi memastikan tidak menemukan indikasi adanya tindak pidana dalam peristiwa tersebut.

 

“Pihak keluarga juga menerima kejadian itu sebagai musibah dan menyatakan tidak bersedia dilakukan autopsi maupun visum et repertum. Penolakan tersebut telah dituangkan dalam surat pernyataan yang disaksikan Kepala Desa Sukarena,” kata I Made.

 

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya mengapresiasi respons cepat personel di lapangan dalam menangani laporan masyarakat.

 

“Kami mengimbau masyarakat agar segera memanfaatkan layanan Call Center 110 apabila mengetahui adanya kejadian yang membutuhkan kehadiran polisi sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat,” ujar Nandang.

 

Selain itu, Nandang mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi ataupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi serta menghormati privasi keluarga korban yang sedang berduka.