Gubernur Sumsel Ancam Cabut Izin Usaha Perusahaan yang Abai Penanganan Karhutla
Laporan: Tia
KOTA PALEMBANG, BS – Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menegaskan izin usaha perusahaan yang terbukti tidak peduli terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terancam dicabut.
Penindakan akan dilakukan sesuai kewenangan pemerintah provinsi, pusat, maupun kabupaten dan kota.
Deru menyampaikan jika proses klarifikasi terhadap dugaan pelanggaran karhutla masih berjalan. Bahkan, kepolisian telah menetapkan sejumlah orang dan korporasi sebagai tersangka.
“Setelah terbukti nanti kami cabut izinnya kalau memang itu di kewenangan provinsi. Kalau pusat kita usulkan untuk dicabut. Tapi kalau izinnya di kabupaten kota, saya akan instruksikan bupati wali kotanya untuk mencabut izin-izin usaha yang tidak care terhadap karhutla,” ujar Deru, pada Minggu (04/10/2026).
Selain penindakan terhadap pihak yang diduga bertanggung jawab, Deru menilai penanganan karhutla di Sumatera Selatan membutuhkan langkah luar biasa.
Menurutnya, upaya pengendalian tidak cukup hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga harus diarahkan untuk mengurangi hingga menghilangkan sumber asap.
Ia mengatakan jika penyebab karhutla perlu dikaji lebih mendalam. Selain faktor manusia, kondisi alam juga harus menjadi perhatian, terutama karena Sumatera Selatan memiliki kawasan gambut yang cukup luas.
“Ini ulah manusia tidak kami bantah, tapi faktor alam tentu harus menjadi kajian,” katanya.
Deru mencontohkan, terdapat kondisi ketika asap muncul di kawasan terbuka yang jauh dari permukiman.
Bahkan, menurutnya, ada fenomena ketika asap terlihat sebelum api muncul. Kondisi tersebut perlu diteliti untuk mengetahui penyebabnya, termasuk kemungkinan berkaitan dengan karakteristik lahan gambut saat menerima panas tinggi.
“Kadang-kadang tempat yang terbuka jauh dari permukiman timbul asap. Terbalik ini, bukan api terjadi asap, timbul asap terjadi api. Ini kajian apakah memang sifatnya gambut demikian kalau menerima panas yang tinggi atau apa penyebab lainnya,” jelasnya.
Sumatera Selatan memiliki lahan gambut seluas sekitar 1,4 juta hektare. Deru menegaskan, kawasan tersebut harus dijaga bersama karena memiliki karakteristik yang membutuhkan perhatian khusus dalam penanganan karhutla.
“Ini kelebihan dan kekurangan kami sebagai wilayah yang punya gambut, tidak tanggung-tanggung 1,4 juta hektare. Ini harus bersama-sama menjaganya,” tuturnya.
Dirinya juga berencana mendatangi daerah yang mengalami karhutla luar biasa pada Sabtu atau Minggu.
Dalam kunjungan nanti, ia akan mengumpulkan perangkat desa, termasuk kepala desa, untuk memberikan dukungan kepada para relawan yang telah berbulan-bulan melakukan penanganan kebakaran.
“Saya tentu secara khusus ke daerah yang terjadi karhutla luar biasa ini. Saya akan kumpulkan seluruh perangkat desanya, termasuk kepala desa, untuk menyemangati relawan yang sudah berbulan-bulan,” ungkapnya.
Ia berharap penanganan karhutla dapat dilakukan dengan pola yang lebih maksimal, terutama untuk menekan sumber asap yang berdampak terhadap masyarakat.
“Kami harus pakai pola yang ekstraordinari untuk mengurangi, menghilangkan sumber asap,” pungkasnya.
