Jelang Ujian Semester Ganjil, Kepsek Emi Trisna Ingatkan Siswa Jangan Panik Siapkan Strategi

Laporan: Hasan Basri

 

KOTA PALEMBANG, BSMenjelang pelaksanaan ujian semester ganjil, Kepala SMP Negeri 60 Palembang, Emi Trisna mengingatkan, para siswa agar mempersiapkan diri jauh-jauh hari.

 

Menurutnya, ujian semester akan dilaksanakan pada 1 Desember 2025 merupakan momen penting yang menentukan hasil belajar selama beberapa bulan terakhir. Sehingga diperlukan strategi yang tepat untuk menghadapinya.

 

“Banyak siswa merasa tertekan ketika ujian mendekat. Padahal, dengan persiapan yang baik dan tidak menunda waktu belajar, semuanya bisa dilalui dengan lebih ringan. Persiapan matang akan membuat siswa lebih percaya diri ketika memasuki ruang ujian,” kata Emi di sela kegiatan sekolah.

 

Emi menjelaskan, bahwa langkah awal yang harus dilakukan siswa adalah menyusun jadwal belajar secara teratur. Setiap mata pelajaran ditulis, lalu dibagi ke dalam waktu khusus untuk dipelajari. Jadwal tersebut harus realistis dan disesuaikan dengan ritme belajar masing-masing siswa.

 

“Dengan cara begitu, setiap hari ada materi yang diselesaikan tanpa harus terburu-buru saat ujian sudah di depan mata,” ujarnya.

 

Ia menekankan, pentingnya mengulang kembali materi yang telah diberikan guru. Catatan kelas, latihan soal, dan rangkuman pelajaran menjadi sumber belajar yang efektif untuk memperdalam pemahaman.

 

“Belajar dengan ringkasan membantu otak menangkap inti materi lebih cepat. Jika masih ada yang belum dipahami, segera tanyakan kepada guru atau teman yang lebih menguasai,” jelasnya.

 

Salah satu strategi yang dianggap sangat membantu adalah memperbanyak latihan soal. Menurut Emi, berlatih dengan berbagai jenis pertanyaan akan membiasakan siswa dengan pola soal yang kemungkinan muncul saat ujian.

 

“Selain membentuk kebiasaan, latihan soal juga membantu siswa mengetahui bagian mana yang masih lemah. Metode ini terbukti efektif untuk meningkatkan pemahaman,” katanya.

 

Emi menambahkan, bahwa kesehatan fisik tidak boleh diabaikan selama persiapan ujian. Ia mengingatkan bahwa belajar hingga larut malam justru dapat mengurangi daya konsentrasi.

 

“Istirahat tetap harus cukup. Jaga pola makan, minum air yang cukup, dan luangkan waktu untuk olahraga ringan agar tubuh tetap segar,” tuturnya.

 

Selain kesiapan mental dan fisik, lingkungan belajar yang kondusif juga sangat mempengaruhi fokus siswa. Meja belajar yang rapi, pencahayaan yang baik, dan minim gangguan seperti ponsel atau televisi akan membuat konsentrasi lebih mudah tercapai.

 

“Kalau suasana rumah kurang mendukung, perpustakaan sekolah atau ruang belajar bersama bisa menjadi alternatif,” jelasnya.

 

Tekanan mental menjelang ujian sering kali menjadi tantangan bagi siswa. Emi menyarankan agar siswa melihat ujian bukan sebagai ancaman, tetapi sebagai kesempatan untuk mengukur kemampuan diri.

 

“Sikap positif membantu mengurangi rasa cemas. Latihan pernapasan ringan atau mendengarkan musik menenangkan juga bisa menjadi cara ampuh untuk mengelola stres,” katanya.

 

Di akhir penjelasannya, Emi mengingatkan bahwa persiapan ujian tidak hanya soal belajar hingga lelah, tetapi tentang bagaimana siswa mengatur strategi belajar secara efektif.

 

“Ketika jadwal belajar tersusun rapi, materi dipahami dengan baik, kesehatan terjaga,dan pikiran tetap tenang, ujian semester ganjil dapat dihadapi dengan lebih mudah. Dengan persiapan yang baik, hasil maksimal bukan hal yang mustahil,” pungkasnya.